mitrasatunews.com – Lombok Timur – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menegaskan keseriusannya dalam mendukung program prioritas nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden RI. Kepastian tersebut muncul dalam rapat koordinasi bersama sejumlah instansi, Senin (29/9/2025), yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik.
Dalam forum itu, disepakati empat langkah utama untuk memperkuat jalannya program. Pertama, Badan Gizi Nasional (BGN) akan melakukan evaluasi terhadap dapur MBG atau Satuan Penyedia Pangan Gizi (SPPG). Apabila ditemukan pelanggaran atau indikasi yang membahayakan kesehatan, maka dapur tersebut akan dihentikan sementara operasionalnya.
Kedua, kementerian/lembaga dan pemerintah daerah diminta untuk berperan lebih aktif dalam memastikan keberhasilan program. Pemkab Lombok Timur sendiri akan memperkuat Satgas MBG, yang menurut rencana bakal disahkan penyempurnaannya oleh Bupati. Struktur baru satgas melibatkan Forkopimda sebagai pengarah, Wakil Bupati sebagai penanggung jawab, dan Sekda sebagai ketua ex-officio, dengan dukungan lintas perangkat daerah dari sektor kesehatan, pendidikan, pertanian, perikanan, hingga UMKM.
Langkah ketiga menitikberatkan pada kepatuhan standar kebersihan dan keamanan pangan. Seluruh dapur MBG diwajibkan mengantongi sertifikat laik higienis dan sanitasi (SLHS). Proses penerbitan izin yang sebelumnya memakan waktu lama kini akan dipercepat, namun tetap sesuai prosedur. Pemkab juga membuka ruang kolaborasi dengan pihak swasta untuk memperkuat sistem pengawasan.
Sementara itu, poin keempat menekankan kesiapsiagaan sekolah dalam menghadapi kemungkinan insiden keracunan. Melalui penguatan UKS, sekolah didorong memiliki mekanisme tanggap darurat yang terhubung dengan layanan kesehatan, rumah sakit, dan puskesmas.
Lombok Timur sendiri tercatat sebagai daerah dengan izin operasional MBG terbanyak di NTB, yakni 104 dari total 295 izin di provinsi tersebut. Dari jumlah itu, sekitar 80 dapur telah aktif melayani. “Kami ingin angka ini terus bertambah, sehingga manfaatnya lebih luas,” jelas Juaini.
Ia menambahkan, program MBG tidak hanya diarahkan pada perbaikan gizi masyarakat, tetapi juga berperan sebagai motor penggerak ekonomi lokal. Petani, peternak, serta pelaku UMKM akan menjadi bagian dari rantai penyedia bahan pangan program ini.
“Tujuan akhirnya jelas, masyarakat sehat sekaligus ekonomi daerah ikut tumbuh. Karena itu, Lombok Timur berkomitmen penuh mengawal program ini agar berjalan sesuai harapan,” tegasnya.(aws)
Bagikan ini:
- Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
- Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
- Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
- Bagikan ke Threads(Membuka di jendela yang baru) Utas
- Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
- Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
Artikel Terkait

TPAKD Award 2026: Lombok Timur Pamerkan Inovasi Keuangan, Program Bebas Rentenir Jadi Sorotan Tim Penilai
06 Agu 2026
Ratusan Warga Kepung Polres Lombok Timur, Tuntut Penanganan Cepat Kasus Dugaan Ujaran Kebencian
06 Agu 2026
