mitrasatunews.com – Sembalun – Gunung Rinjani kembali menjadi sorotan setelah seorang wisatawan asal Brazil mengalami kecelakaan saat mendaki di jalur Cemara Nunggal, wilayah pendakian Kecamatan Sembalun, Lombok Timur. Perempuan yang diketahui bernama Juliana, dikabarkan terjatuh ke jurang berkedalaman sekitar 200 meter saat melakukan pendakian dini hari bersama rombongan.
Informasi dari pihak Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) menyebutkan bahwa pendakian dimulai pada Jumat, 20 Juni 2025, dengan enam orang WNA yang didampingi oleh seorang pemandu lokal bernama Ali Mustafa. Rombongan bermalam di kawasan Pelawangan dan melanjutkan perjalanan menuju puncak Rinjani pada keesokan harinya sekitar pukul 03.00 WITA.
Di tengah perjalanan, Juliana merasa kelelahan dan memutuskan beristirahat. Pemandu sempat meninggalkan korban untuk mengantarkan lima pendaki lainnya ke puncak, namun ketika kembali ke lokasi istirahat, Juliana sudah tidak berada di tempat. Saat melakukan pencarian, pemandu melihat sorotan cahaya di dasar tebing yang diyakini berasal dari senter milik korban.
Peristiwa ini segera dilaporkan ke pihak TNGR dan Kepolisian Sektor Sembalun. Tindak lanjut dilakukan melalui rapat koordinasi pada Sabtu pagi sekitar pukul 10.30 WITA di Kantor Resort TNGR. Dalam pertemuan tersebut, diputuskan untuk mengirimkan tim penyelamat dari SAR Kabupaten Lombok Timur.
Sebanyak 11 personel SAR, dipimpin oleh Sqmsul Fadli, diberangkatkan dari Sembalun setelah dilakukan apel pelepasan yang dihadiri langsung oleh Kapolsek Sembalun dan Kepala Resort TNGR. Sementara itu, tim awal beranggotakan 6 orang telah lebih dahulu menyusuri lokasi untuk memberikan bantuan pertama.
Hingga berita ini diturunkan, korban dilaporkan masih hidup meskipun detail kondisi fisiknya belum dapat dipastikan. Hal ini disebabkan keterbatasan akses komunikasi di lokasi kejadian. Proses evakuasi masih berlangsung, dan seluruh pihak berharap korban dapat ditangani secara medis dalam waktu dekat.
Rencananya, korban bersama tim penyelamat akan dibawa turun melalui jalur Bawak Nao, Desa Sajang, dan diperkirakan tiba di Puskesmas Sembalun pada Minggu, 22 Juni 2025, sekitar pukul 01.00 WITA, jika tidak ada hambatan di lapangan.
Pihak berwenang telah menghubungi Kedutaan Besar Brazil serta keluarga korban sebagai langkah pendampingan lanjutan. Sementara itu, pihak TNGR mengingatkan para pendaki untuk selalu mengikuti protokol keselamatan dan tidak memaksakan kondisi fisik selama pendakian.(aws)
Bagikan ini:
- Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
- Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
- Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
- Bagikan ke Threads(Membuka di jendela yang baru) Utas
- Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
- Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
Artikel Terkait

TPAKD Award 2026: Lombok Timur Pamerkan Inovasi Keuangan, Program Bebas Rentenir Jadi Sorotan Tim Penilai
06 Agu 2026
Ratusan Warga Kepung Polres Lombok Timur, Tuntut Penanganan Cepat Kasus Dugaan Ujaran Kebencian
06 Agu 2026
