mitrasatunews.com – Lombok Timur – Produksi air bersih dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kotaraja yang berada di Kecamatan Sikur, Lombok Timur, saat ini mengalami kelebihan kapasitas. Melimpahnya pasokan air tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi musim hujan, tetapi juga merupakan dampak dari program peningkatan debit air yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur pada tahun 2025.
Direktur Utama PDAM Lombok Timur, Shofian Hakim, mengungkapkan bahwa pada awalnya IPA Kotaraja hanya mampu memproduksi air bersih sebesar 50 liter per detik. Namun melalui kebijakan peningkatan kapasitas yang diinisiasi pemerintah daerah, produksi air berhasil ditingkatkan menjadi dua kali lipat hingga mencapai 100 liter per detik, Selasa (03/03/2026).
Penambahan kapasitas ini membuat bak penampungan air di bagian hilir saat ini terus terisi penuh oleh aliran air yang cukup besar. Meski demikian, kondisi tersebut juga memunculkan tantangan baru bagi PDAM dalam hal distribusi air kepada masyarakat.
Menurut Shofian, sementara ini pihaknya melakukan pengaturan aliran dengan memanfaatkan katup pengendali atau palok pada jaringan distribusi. Cara tersebut dilakukan untuk menyesuaikan volume air yang disalurkan agar tidak melebihi kapasitas jaringan.
Namun ia menegaskan bahwa metode pengaturan tersebut tidak bisa diterapkan secara terus-menerus karena tekanan air dari hulu menuju hilir cukup tinggi. Jika dibiarkan, tekanan tersebut berpotensi menimbulkan kerusakan pada jaringan pipa.
“Tekanan air yang terlalu besar bisa berisiko menyebabkan pipa bocor atau pecah jika tidak diimbangi dengan penyaluran yang lebih luas,” jelasnya.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, PDAM bersama pemerintah daerah mulai memperluas jaringan distribusi dengan menambah jumlah sambungan rumah bagi masyarakat. Program ini sekaligus bertujuan memanfaatkan kelebihan pasokan air yang ada agar tidak terbuang percuma.
Melalui pekerjaan yang dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum, sekitar 3.400 sambungan baru dengan pemasangan meter air telah berhasil direalisasikan. Jaringan ini telah melayani sejumlah wilayah seperti Pene, Batu Nampar Selatan, Ekas, Lendang Terak, dan Serewe.
Meski demikian, jumlah sambungan tersebut masih dianggap belum cukup untuk menyerap seluruh kapasitas produksi air yang mencapai 100 liter per detik. PDAM memperkirakan masih diperlukan tambahan sekitar 5.000 sambungan rumah agar distribusi air dapat berjalan seimbang.
Dengan penambahan sambungan pelanggan tersebut, diharapkan sistem distribusi air menjadi lebih stabil, risiko kerusakan jaringan akibat tekanan air berlebih dapat diminimalisir, serta akses air bersih bagi masyarakat Lombok Timur semakin luas.(aws)
Bagikan ini:
- Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
- Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
- Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
- Bagikan ke Threads(Membuka di jendela yang baru) Utas
- Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
- Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
