mitrasatunews.com – Lombok Timur — Lapas Kelas IIB Selong menjadi lokasi pelaksanaan pengajian dalam rangka Milad ke-113 Muhammadiyah pada Kamis (20/11/2025). Kegiatan bertema “Kesempatan Kedua, Bersinergi Bersama Muhammadiyah” itu dihadiri Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, yang mendorong warga binaan untuk menjadikan pembinaan rohani sebagai momentum perubahan hidup.
Dalam acara tersebut, Wabup menyampaikan bahwa perjalanan hidup setiap manusia akan berakhir pada waktu yang tidak diketahui. Ia menekankan pentingnya memperbaiki diri dan menghindari sikap yang bertentangan dengan ajaran agama.
“Kita semua berjalan menuju tujuan akhir yang sama. Karena itu, pesan moral yang disampaikan hari ini adalah pengingat untuk memperbaiki langkah kita,” ujarnya.
Edwin Hadiwijaya juga menilai Lapas Selong berhasil menciptakan lingkungan yang tertib sehingga menjadi salah satu lapas rujukan di NTB. Ia mengingatkan agar seluruh hak warga binaan tetap dipenuhi, sekaligus mengakui keterbatasan infrastruktur karena status lapas sebagai lembaga vertikal.
Meski begitu, ia berharap kolaborasi yang sudah terbangun antara Pemda Lombok Timur dan pihak lapas dapat terus diperkuat. Ia mencontohkan kegiatan gotong royong bersama beberapa waktu lalu sebagai bentuk sinergi yang berdampak pada kenyamanan warga binaan dan petugas.
Kepala Lapas Kelas IIB Selong, Ahmad Sihabudin, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan pengajian tersebut. Ia menjelaskan bahwa meskipun ruangan tidak luas, antusiasme warga binaan sangat tinggi. Menurutnya, kehadiran Wabup menjadi bukti dukungan pemerintah daerah terhadap pembinaan humanis di lapas.
Dari pihak Muhammadiyah, Fathu Rijal menjelaskan bahwa Milad ke-113 diisi dengan berbagai kegiatan sosial, mulai dari penyaluran bantuan, dukungan pendidikan, hingga pengajian sebagai bentuk dakwah dan penguatan spiritual.
Pada sesi tausiyah, Ustad Muhammad Arhandika Rahman mengingatkan bahwa perubahan hidup berawal dari hati. Ia menekankan perlunya menjaga hati melalui pengetahuan agama, membaca Al-Qur’an, dan memperbanyak amal baik.
“Jika hati mulai redup, maka hidupkan kembali dengan ilmu dan ayat-ayat Allah,” pesannya.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan cinderamata dari Wakil Bupati kepada Kepala Lapas sebagai bentuk apresiasi atas dukungan terhadap pembinaan keagamaan bagi warga binaan.(aws)
Bagikan ini:
- Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
- Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
- Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
- Bagikan ke Threads(Membuka di jendela yang baru) Utas
- Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
- Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
