mitrasatunews.com – Lombok Timur — Luapan air Kali Kumbang setelah hujan deras berkepanjangan kembali memicu banjir di Kecamatan Pringgabaya. Ratusan rumah di Desa Labuan Lombok dan Desa Seruni Mumbul terendam air pada Rabu (19/11/2025), dengan total 588 kepala keluarga terdampak. Meski merusak permukiman, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini.
Sekretaris Daerah Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik, bersama Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten dan BPBD Provinsi NTB langsung mendatangi lokasi banjir. Dalam kunjungannya, ia menegaskan bahwa kawasan tersebut memang kerap dilanda banjir, terakhir kali terjadi pada tahun 2020.
“Situasi ini harus ditangani secara serius karena sudah berulang. Upaya perbaikan dan mitigasi akan menjadi prioritas pemerintah daerah,” tegasnya.
Sebagai bentuk dukungan awal, pemerintah menyalurkan bantuan darurat berupa makanan siap konsumsi, air minum, serta mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan warga selama masa tanggap darurat.
Pemerintah daerah juga mulai menyiapkan langkah jangka panjang. Koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dilakukan untuk merencanakan pembangunan tanggul di sepanjang aliran sungai. Hal ini dinilai menjadi solusi efektif untuk mencegah air sungai meluber ke permukiman setiap kali hujan deras melanda.
Kepala Pelaksana BPBD NTB, Ahmadi, menjelaskan bahwa kedua desa tersebut memiliki lokasi yang rawan terhadap banjir rob dan memerlukan penanganan struktural.
“Panjang tanggul sedang dihitung dan diverifikasi sebelum kami laporkan ke BNPB. Selain mencegah banjir, air sungai juga berpotensi dimanfaatkan untuk irigasi pertanian,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, rombongan juga meninjau jembatan yang ambruk di Desa Perigi, Kecamatan Suela. Jembatan tersebut merupakan jalur vital bagi mobilitas warga dan kini tidak bisa dilalui. Pemerintah daerah menyiapkan laporan ke pemerintah pusat agar kerusakan ini segera mendapatkan penanganan.
Kolaborasi cepat antara pemerintah daerah, BPBD, dan pihak terkait diharapkan mampu memulihkan kondisi warga sekaligus memperkuat mitigasi bencana agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.(aws)
Bagikan ini:
- Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
- Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
- Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
- Bagikan ke Threads(Membuka di jendela yang baru) Utas
- Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
- Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
