mitrasatunews.com – Lombok Timur — Desa Pengadangan di Kecamatan Pringgasela menjadi pusat perhatian masyarakat pada pembukaan Pesona Budaya Desa Pengadangan VII, sebuah festival tahunan yang menonjolkan kekayaan tradisi lokal sekaligus menghadirkan pelayanan terpadu bagi warga. Acara yang resmi dibuka oleh Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, berlangsung dengan meriah di lapangan desa setempat.
Mengangkat tema “Metu Telu: Nafas Harmoni di Tanah Sasak,” festival ini menampilkan pertunjukan seni khas Lombok, mulai dari tarian tradisional hingga peresean yang menjadi daya tarik utama. Ribuan warga memadati area acara untuk menyaksikan hiburan budaya yang jarang mereka lihat secara langsung.
Tidak hanya menjadi ruang ekspresi seni, festival ini juga dirancang sebagai sarana pelayanan publik bergerak. Sejumlah stan layanan pemerintah hadir untuk mempermudah warga dalam mengurus dokumen kependudukan seperti KTP, Kartu Keluarga, akta kelahiran hingga akta kematian. Layanan tersebut langsung diberikan oleh Dinas Dukcapil bersama beberapa perangkat daerah lainnya.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati mengapresiasi antusiasme masyarakat dan menyampaikan bahwa kehadiran berbagai kepala dinas pada kesempatan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah untuk hadir lebih dekat dengan warga.
“Kegiatan ini bukan hanya tentang budaya, tetapi juga bentuk pelayanan pemerintah kepada masyarakat. Silakan manfaatkan layanan administrasi yang tersedia agar data kependudukan kita lebih akurat,” ujar Wabup.
Ia juga menegaskan pentingnya pembaruan data, terutama bagi warga yang masih memiliki informasi yang tidak lagi sesuai dengan kondisi terkini. Menurutnya, data yang lengkap dan valid sangat dibutuhkan dalam mendukung program pemerintah terkait Satu Data Indonesia.
Selain layanan administrasi, festival ini turut menghadirkan bazar UMKM dan pasar murah yang menjadi kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk memasarkan produk mereka dan bagi warga untuk memenuhi kebutuhan dengan harga terjangkau.
Festival Pesona Budaya Desa Pengadangan VII akan berlangsung hingga 26 November dan diharapkan dapat menarik lebih banyak pengunjung sekaligus menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga budaya serta memajukan ekonomi lokal.(aws)
Bagikan ini:
- Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
- Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
- Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
- Bagikan ke Threads(Membuka di jendela yang baru) Utas
- Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
- Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
