Ekas Disiapkan Jadi Kawasan Riset Rumput Laut Kelas Dunia, Lombok Timur Gaet Mitra Global

Berita terbaru Mitra Satu News

mitrasatunews.com Lombok Timur – Lombok Timur mulai menapaki ambisi besar di sektor kelautan dengan menyiapkan kawasan riset rumput laut berskala internasional. Langkah ini diarahkan untuk memperkuat posisi Indonesia dalam industri rumput laut dunia sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat pesisir.

Pusat kegiatan tersebut akan berlokasi di Desa Ekas, wilayah pesisir yang dikenal memiliki potensi budidaya rumput laut. Di lokasi ini akan dibangun International Tropical Seaweed Research Center (ITSRC) dan fasilitas layanan kesehatan khusus wilayah kepulauan.

Program ini merupakan kolaborasi Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, Universitas Mataram, serta dukungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Seremoni dimulainya pembangunan ditandai peletakan batu pertama oleh Wakil Menteri Stella Christie pada Kamis (12/2/2026).

Bupati H. Haerul Warisin menyebut proyek ini sebagai investasi jangka panjang bagi daerah. Menurutnya, riset akan membantu petani memperoleh varietas rumput laut yang lebih tahan dan bernilai jual tinggi. Ia optimistis kehadiran pusat penelitian akan memicu pertumbuhan ekonomi lokal.

Dari sisi akademik, Rektor Unram Bambang Hari Kusumo menjelaskan bahwa ITSRC dirancang sebagai ruang kolaborasi ilmiah lintas negara. Para peneliti diharapkan mampu menjawab tantangan budidaya, penyakit tanaman, hingga efisiensi produksi.

Selain laboratorium riset, kawasan Ekas juga akan dilengkapi klinik spesialis kepulauan. Fasilitas ini diproyeksikan memperkuat layanan kesehatan bagi warga pesisir dan pulau kecil, sekaligus menjadi pusat pendidikan dokter spesialis berbasis kepulauan. Pembangunan direncanakan dimulai dalam waktu dekat di atas lahan hibah pemerintah daerah.

Pemerintah pusat menilai penguatan riset menjadi kunci agar Indonesia tidak hanya mengekspor bahan mentah. Stella Christie menegaskan, hilirisasi berbasis sains dapat mendorong produk turunan seperti bioplastik, pupuk organik, hingga bahan bakar nabati.

Untuk memperkuat jejaring global, proyek ini turut melibatkan mitra luar negeri seperti University of California, Berkeley dan Beijing Genomics Institute. Kolaborasi tersebut difokuskan pada pengembangan genetika dan teknologi budidaya rumput laut.

Keterlibatan dunia usaha juga disiapkan melalui komunikasi dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia agar rantai industri dari produksi hingga pemasaran dapat terbentuk.

Sebagai penguat ekosistem pendidikan, pemerintah daerah turut menjalin kerja sama dengan sejumlah kampus di kawasan tersebut, antara lain Universitas Hamzanwadi, ITSKES Muhammadiyah, IAIH Pancor, UGR, STIT Palapa, serta Elkatari.

Dengan rangkaian inisiatif tersebut, Ekas diharapkan tumbuh sebagai simpul baru industri rumput laut nasional, tempat riset, produksi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat berjalan beriringan.(aws)

IKLAN

WhatsApp Image 2026-07-28 at 02.29.34
7888791c-db04-4f57-ac76-26e67af4a7df
64821625-2d5c-41fd-b7ce-29b816090043
WhatsApp Image 2026-03-10 at 21.44.57
WhatsApp Image 2026-03-20 at 10.28.49
WhatsApp Image 2026-03-20 at 11.13.40
20260319_234155
PDAM hari buruh 2026.jpg
f99a936c-c1f6-4e75-a631-55e48311ea3b
f20b9b73-528d-4f13-9f11-d37475464c4e
2026 02 17 at 22.03.31 - Mitra Satu News
2026 02 18 at 21.35.26 (1) - Mitra Satu News
2026 02 20 at 19.30.53 - Mitra Satu News
2026 02 19 at 22.16.37 - Mitra Satu News
b335c4cd-a7b3-446c-b5d7-4a727010456a
2026 01 26 at 12.33.09 - Mitra Satu News
WhatsApp Image 2025-10-28 at 17.59.43_32c5cd75
WhatsApp Image 2025-10-28 at 17.59.43_3760063b
WhatsApp Image 2025-10-17 at 18.11.10_bbbc292a
3f1adb74-001f-4cde-b3f3-db67083a7577
WhatsApp Image 2025-09-05 at 14.49.16_3db0fc2e
cd07e85b-2f9e-4989-9630-ba88f78fb526
f2756942-686a-44b0-bce8-9d7b7c1668ea