mitrasatunews.com – Pada Senin, 5 Mei 2025, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur ikut serta dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) mengenai pengendalian inflasi jelang pertengahan tahun. Acara yang berlangsung secara daring ini digelar oleh Kementerian Dalam Negeri dan dipimpin oleh Sekjen Tomsi Tohir. Rapat virtual ini juga diikuti oleh berbagai unsur kementerian serta seluruh pemerintah daerah dari berbagai provinsi dan kabupaten/kota.
Perwakilan dari Lombok Timur, dipimpin oleh Asisten II Setda, Ahmad Masfu’, mengikuti jalannya rapat dari kantor Bupati Lombok Timur. Forum ini menjadi wadah penting bagi pemerintah pusat dan daerah untuk mengevaluasi kondisi harga-harga kebutuhan pokok serta menyusun kebijakan taktis dalam mengendalikan gejolak harga di pasar.
Deputi BPS untuk Statistik Distribusi dan Jasa, Pudji Ismartini, menyampaikan bahwa terjadi kenaikan inflasi sebesar 1,17 persen pada April 2025 jika dibandingkan bulan Maret. Sementara inflasi tahunan tercatat sebesar 1,95 persen dan inflasi tahun kalender berada di angka 1,56 persen. Ia menyoroti bahwa sektor makanan dan jasa perawatan pribadi menjadi penyumbang utama tekanan inflasi tersebut.
Untuk wilayah Nusa Tenggara Barat, inflasi bulan April tercatat sebesar 0,69 persen. Kenaikan tersebut dipicu oleh sejumlah komoditas seperti bahan pangan, produk tembakau, tarif listrik, dan emas perhiasan.
Namun, Lombok Timur menjadi kabupaten yang mencuri perhatian karena berhasil mencatatkan penurunan Indeks Perkembangan Harga (IPH) tertinggi secara nasional, dengan angka -7,13 persen. Penurunan signifikan ini dipicu oleh merosotnya harga beberapa komoditas utama seperti cabai rawit, bawang merah, dan cabai merah. Sementara itu, secara regional, IPH NTB juga mengalami penurunan sebesar -4,68 persen.
Dalam arahannya, Tomsi Tohir menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah daerah dan Badan Pusat Statistik guna memastikan data harga yang dikumpulkan benar-benar akurat. Ia juga menggarisbawahi perlunya pengawasan yang ketat terhadap jalur distribusi dan stok bahan pangan strategis seperti minyak goreng, bawang putih, serta cabai yang rawan mengalami fluktuasi harga.
“Semua elemen harus bergerak bersama. Stabilitas harga bukan hanya soal ekonomi, tapi juga soal ketahanan masyarakat,” tegasnya.(aws)
Bagikan ini:
- Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
- Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
- Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
- Bagikan ke Threads(Membuka di jendela yang baru) Utas
- Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
- Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
Artikel Terkait

Jelang HUT Ke-81 RI, Polres Lombok Timur Tingkatkan Kesiapsiagaan untuk Jaga Stabilitas Keamanan Daerah
07 Agu 2026
Kasat Intel Polres Lotim dan Kepala Kesbangpoldagri Kawal Langsung Aksi Damai, Pastikan Aspirasi Warga Tersampaikan dengan Kondusif
06 Agu 2026
