mitrasatunews.com – Lombok Timur – Upaya peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Lombok Timur kembali diperkuat melalui peresmian Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025. Kegiatan tersebut berlangsung di SDN 1 Lenek Duren, Kecamatan Lenek, Kamis (29/1/2026), dan dihadiri langsung oleh Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin.

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa pembangunan sektor pendidikan memerlukan kolaborasi lintas pihak. Menurutnya, keterbatasan anggaran pemerintah, baik daerah maupun pusat, membuat dukungan dari mitra non-pemerintah menjadi faktor penting agar perbaikan sarana pendidikan bisa terus berjalan.
“Realitasnya, pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri. Tanpa keterlibatan pihak lain, banyak sekolah akan menunggu terlalu lama untuk diperbaiki. Karena itu, kolaborasi menjadi kunci,” ujar Bupati.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur terus berupaya menghadirkan akses pendidikan yang lebih baik dan merata. Selain revitalisasi sekolah, pemerintah juga menyiapkan pengembangan Sekolah Rakyat yang akan diperluas ke wilayah selatan, serta merancang hadirnya Sekolah Unggul Garuda sebagai bagian dari strategi peningkatan mutu pendidikan.
Bupati juga menekankan bahwa pendidikan tidak semata-mata soal bangunan baru, tetapi juga pembentukan karakter dan kecerdasan generasi muda. “Kemajuan daerah ditentukan oleh kualitas manusianya. Infrastruktur penting, tapi pendidikan adalah fondasi utama,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur, M. Nurul Wathoni, menyampaikan bahwa bangunan sekolah yang diresmikan berdiri di atas lahan hibah dari pihak sekolah bersama masyarakat dan pemerintah desa. Ia menyebut hal tersebut sebagai wujud nyata kepedulian masyarakat terhadap dunia pendidikan.
Dengan fasilitas yang kini lebih representatif, Kadis Dikbud menegaskan perlunya peningkatan kinerja dan prestasi siswa. Ia mengingatkan bahwa sarana yang memadai harus dibarengi dengan kepemimpinan sekolah yang kuat dan proses belajar mengajar yang berkualitas.
“Sekolah sudah nyaman, sekarang tantangannya ada pada prestasi. Kepala sekolah dan guru harus mampu memanfaatkan fasilitas ini secara maksimal,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi pelaksanaan pembangunan yang dilakukan secara swakelola. Pola tersebut dinilai tidak hanya mempercepat pekerjaan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi warga sekitar sekolah.
Sementara itu, Ketua Panitia Nur Hidayati mengungkapkan bahwa program revitalisasi ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk donatur melalui program Classroom Hope. Menurutnya, perbaikan lingkungan sekolah berdampak besar terhadap kenyamanan psikologis guru dan siswa, sehingga proses belajar dapat berjalan lebih optimal.
Program revitalisasi pendidikan tahun 2025 ini mencakup 36 sekolah dasar dan 10 sekolah menengah pertama yang tersebar di tujuh kecamatan di Lombok Timur, dengan Kecamatan Lenek menjadi salah satu fokus utama.
Acara peresmian ditutup dengan pengguntingan pita oleh Bupati Lombok Timur bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, sebagai tanda resmi digunakannya gedung-gedung sekolah yang telah direvitalisasi. Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimcam, pejabat pendidikan, tenaga kesehatan, aparat keamanan, perwakilan Happy Hearts Indonesia, serta para pengawas sekolah.(aws)
Bagikan ini:
- Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
- Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
- Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
- Bagikan ke Threads(Membuka di jendela yang baru) Utas
- Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
- Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
