mitrasatunews.com – Lombok Barat – PT. Sino Indo Mutiara, perusahaan yang bergerak di sektor budidaya mutiara di Desa Batu Putih, Kecamatan Sekotong, telah menjadi pilar ekonomi bagi masyarakat setempat. Sejak mulai beroperasi pada Oktober 2023, perusahaan ini membuka lapangan kerja bagi ratusan warga dan memberikan manfaat sosial serta ekonomi yang luas.
Saat ini, lebih dari 360 pekerja dari beberapa desa sekitar bergabung dalam operasional perusahaan. Banyak dari mereka merasakan dampak positif dari kehadiran PT. Sino Indo Mutiara, baik dalam aspek finansial maupun kesejahteraan.
“Saya sudah bekerja di sini selama lima bulan. Penghasilan yang saya terima cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga, dan fasilitas asuransi kesehatan yang diberikan perusahaan sangat membantu kami,” ujar Hamdani, warga Dusun Mekar Putih, Jumat (14/03/2025).
Selain menyediakan pekerjaan, PT. Sino Indo Mutiara juga aktif dalam memberikan pelatihan keterampilan kepada masyarakat. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam bidang budidaya mutiara, sehingga keahlian yang diperoleh dapat dimanfaatkan secara jangka panjang.
M. Fahmi Saputra, S.Si, selaku perwakilan manajemen, menegaskan bahwa perusahaan berkomitmen untuk mendukung kesejahteraan karyawan dan masyarakat sekitar.
“Kami tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga berusaha meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan program pelatihan dan asuransi kesehatan,” jelasnya.
Dampak positif dari keberadaan PT. Sino Indo Mutiara juga dirasakan oleh pelaku usaha lokal. Peningkatan permintaan terhadap bahan pangan dan kebutuhan harian turut menggerakkan perekonomian warga di Sekotong dan sekitarnya.
Tokoh masyarakat setempat, Syukur, menilai bahwa perusahaan ini telah membawa perubahan besar bagi masyarakat di Desa Batu Putih, Pelangan, dan Gili Gede.
“Sebelumnya, banyak warga yang kesulitan mencari pekerjaan. Kini, mereka memiliki penghasilan tetap. Jika perusahaan ini tutup, akan ada banyak orang yang kehilangan mata pencaharian,” ujarnya.
Namun, di tengah kontribusinya yang besar, PT. Sino Indo Mutiara kini menghadapi persoalan hukum terkait perizinan. Direktur perusahaan telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus yang dianggap beberapa pihak sebagai tindakan yang kurang adil terhadap industri lokal.
Sejumlah pekerja menyatakan keprihatinannya terhadap kelangsungan perusahaan dan masa depan mereka.
“Perusahaan ini menghadapi tekanan hukum yang tidak seimbang. Jika sampai ditutup, kami akan kehilangan sumber penghasilan utama,” kata seorang pekerja PT. Sino Indo Mutiara.
Pihak manajemen telah mengajukan klarifikasi kepada Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan di Jakarta. Dalam tanggapannya, pihak Dirjen menyatakan bahwa perizinan perusahaan tidak memiliki masalah.
“Kami merasa bingung dengan situasi ini,” ujar salah satu perwakilan perusahaan.
Sebagai salah satu pelaku utama dalam industri budidaya mutiara di Sekotong, PT. Sino Indo Mutiara telah memberikan dampak yang besar bagi masyarakat. Namun, tantangan hukum yang tengah dihadapinya kini menjadi ancaman bagi ratusan pekerja yang menggantungkan hidup mereka pada keberlanjutan perusahaan.
(aws)
Bagikan ini:
- Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
- Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
- Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
- Bagikan ke Threads(Membuka di jendela yang baru) Utas
- Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
- Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
