Lombok Timur — Menjelang musim tanam yang diperkirakan dimulai bulan depan, PT Agro Selaparang memastikan ketersediaan pupuk untuk petani dalam kondisi aman. Para petani pun diimbau segera menebus pupuk sesuai kebutuhan agar proses tanam berjalan tanpa hambatan.
Direktur Operasional PT Agro Selaparang, Saparuddin, menyatakan bahwa stok pupuk masih mencukupi dan siap disalurkan.
“Stok pupuk kita aman. Silakan petani menebus sesuai kebutuhannya,” ujarnya, Senin (10/11/2025).
Stok Capai Ribuan Ton
Saparuddin menyebutkan masih tersisa sekitar 1.000 ton pupuk yang ditargetkan habis hingga 15 Desember 2025.
Jenis pupuk yang tersedia mencakup:
- Urea
- NPK
- Ponska
Untuk wilayah distribusinya, kebutuhan pupuk diperkirakan:
- Urea: 2.740 ton
- NPK: 1.900 ton
Agro Selaparang juga berencana menebus tambahan sekitar 1.000 ton dari PT Pupuk Indonesia (PI) guna memperkuat suplai.
Saat ini, ketersediaan fisik di gudang mencapai sekitar 100 ton. Petani pun disarankan segera menebus dan menyimpan pupuk sebagai persiapan menghadapi musim tanam.
Kendala: Cuaca & Persiapan Lahan
Meski stok aman, penebusan pupuk belum optimal. Hal ini dipengaruhi kondisi di lapangan, di mana banyak petani masih tahap “ngaro” atau menyiapkan lahan.
Beberapa daerah yang menjadi wilayah distribusi juga merupakan area tadah hujan, sehingga masih menunggu curah hujan cukup sebelum memulai aktivitas tanam.
Koordinasi dengan Kios & Poktan
Sebagai langkah antisipasi, pihak distributor telah melakukan koordinasi dengan UPP, kios, dan ketua kelompok tani (Poktan) agar penyaluran pupuk berjalan lancar.
“Agar pupuk bisa terserap, meski digunakan pada akhir Desember sampai Januari mendatang,” jelasnya.
Sejauh ini, penebusan oleh Poktan mulai berjalan. Agro Selaparang berharap sisa stok dapat terserap maksimal, terutama di wilayah Kecamatan Suwela, yang menjadi fokus distribusi.
BUMD milik Pemkab Lombok Timur ini juga menyatakan siap memperluas area distribusi pupuk ke kecamatan lainnya. Namun, keputusan tersebut bergantung pada penilaian kinerja dari PT Pupuk Indonesia.
“Targetnya bisa melayani dua kecamatan,” ujarnya.
Harga Turun, Kelangkaan Tidak Terulang
Saparuddin menegaskan, kelangkaan pupuk dipastikan tidak akan terjadi. Justru, harga pupuk yang berlaku kini turun dan mengikuti Harga Eceran Tertinggi (HET).
Harga Urea kini berada pada:
- Rp 1.800/kg
(dari sebelumnya Rp 2.250/kg)
Ia menekankan bahwa seluruh pihak wajib mengikuti prosedur HET. Jika ada pelanggaran, sanksinya tegas.
“Bila ada yang langgar, izinnya dicabut,” tegasnya.
Penyaluran Berdasarkan RDKK
Penebusan pupuk oleh petani tetap mengacu pada Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang disusun masing-masing kelompok tani.
Hal ini untuk memastikan penyaluran pupuk tepat sasaran dan sesuai kebutuhan lapangan.
Kesimpulan
Dengan stok pupuk yang memadai, harga yang lebih terjangkau, serta koordinasi solid antara distributor, kios, dan Poktan, PT Agro Selaparang optimistis musim tanam tahun ini dapat berjalan lancar. Petani pun diimbau segera menebus pupuk agar proses persiapan lahan tidak terhambat, terutama bagi wilayah tadah hujan yang bergantung pada intensitas curah hujan.
Bagikan ini:
- Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
- Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
- Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
- Bagikan ke Threads(Membuka di jendela yang baru) Utas
- Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
- Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
