/ May 02, 2026

Lonjakan Kasus Gigitan, Pemkab Lombok Timur Dorong Program Sterilisasi Anjing Liar

mitrasatunews.com – Lombok Timur – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur mengambil langkah serius dalam menangani meningkatnya populasi anjing liar yang belakangan dinilai meresahkan masyarakat. Salah satu upaya yang ditempuh adalah melalui penyelenggaraan workshop tentang sterilisasi dan vaksinasi hewan, sebagai bagian dari strategi pengendalian yang lebih humanis dan berkelanjutan.

Kegiatan tersebut digelar di Aula Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Kamis (30/4/2026), dengan melibatkan berbagai unsur seperti tenaga medis hewan, Dinas Kesehatan, komunitas pecinta hewan, hingga organisasi non-pemerintah dari luar negeri.

Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, dalam sambutannya menekankan pentingnya pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada keamanan manusia, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan hewan. Ia menilai metode pemusnahan bukan lagi solusi yang tepat, terutama di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap isu perlindungan hewan.

Menurutnya, sterilisasi menjadi alternatif yang lebih efektif dalam menekan laju pertumbuhan populasi anjing liar. Namun, pelaksanaannya membutuhkan perencanaan matang serta dukungan berkelanjutan, baik dari sisi sumber daya manusia maupun pembiayaan.

“Kita tidak bisa menyelesaikan persoalan ini secara instan. Dibutuhkan langkah konsisten dan kerja sama lintas pihak agar hasilnya optimal,” ujarnya.

Ia juga mengakui bahwa keterbatasan data terkait jumlah populasi anjing liar di daerah menjadi tantangan tersendiri. Oleh karena itu, forum workshop diharapkan mampu menghasilkan solusi konkret, termasuk peluang kolaborasi dengan lembaga internasional yang turut hadir.

Selain pengendalian populasi, pemerintah daerah juga menyoroti persoalan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah. Tumpukan sampah yang tidak tertangani dengan baik dinilai menjadi salah satu faktor utama berkembangnya anjing liar di kawasan permukiman. Masyarakat pun diimbau untuk mulai memilah sampah dari rumah sebagai langkah pencegahan.

Data menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2025 tercatat lebih dari 170 kasus gigitan anjing liar di Lombok Timur. Sementara hingga awal 2026, jumlah kasus sudah mencapai puluhan. Meski demikian, wilayah ini masih mempertahankan status bebas rabies, yang menjadi prioritas untuk terus dijaga.

Melalui sinergi antara pemerintah, tenaga profesional, dan masyarakat, diharapkan program pengendalian ini mampu menciptakan lingkungan yang lebih aman sekaligus tetap memperhatikan aspek kemanusiaan terhadap hewan.(aws)

IKLAN

Hubungi Kami

@Copyright MitrasatuNews.com – 2026

Powered By