mitrasatunews.com – Lombok Timur, NTB — Wakil Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia, Ferry Juliantono, mengawali langkah strategis pemerintah dalam mempercepat penguatan ekonomi desa dengan meresmikan peluncuran Koperasi Merah Putih di Desa Kembang Kuning, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur, Selasa (03/06/2025).
Kehadiran Wakil Menteri disambut langsung oleh Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, di Lapangan Umum Desa Kembang Kuning. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal, jajaran kementerian terkait seperti Kementerian Desa, Kemendagri, Kementerian Keuangan, Kemenkumham, serta pejabat dari Kantor Komunikasi Kepresidenan. Turut hadir pula kepala dinas koperasi provinsi dan kabupaten, camat se-Lombok Timur, dan sejumlah tokoh daerah.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menekankan bahwa pembangunan koperasi bukan sekadar program, melainkan gerakan kolektif menuju kemandirian ekonomi desa. Ia menyebutkan bahwa antusiasme desa-desa di Lombok Timur sangat tinggi, dengan 239 desa dan 15 kelurahan yang telah menjalankan musyawarah khusus sebagai prasyarat pembentukan koperasi.
“Kami tidak sekadar menyambut, tetapi berkomitmen penuh menjadikan koperasi sebagai jantung ekonomi desa,” tegasnya.
Ia menambahkan, saat ini sebanyak 56 koperasi desa telah resmi berbadan hukum dan 96 lainnya dalam proses pengurusan legalitas di notaris. Artinya, lebih dari separuh desa di Lombok Timur sedang bergerak aktif mewujudkan koperasi mandiri.
Namun, Wakil Bupati juga menyoroti beberapa kendala, termasuk belum pastinya status delapan pendamping koperasi dan UMKM yang selama ini berperan penting di lapangan. Ia mengharapkan dukungan pemerintah pusat untuk mengakomodasi mereka sebagai aparatur negara melalui skema PPPK, sekaligus mendorong penambahan anggaran pelatihan agar penguatan kapasitas koperasi desa dapat berjalan maksimal.
Di sisi lain, Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal menilai bahwa Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 merupakan momentum penting untuk menempatkan koperasi sebagai kendaraan utama dalam pembangunan ekonomi kerakyatan. Sebagai bentuk dukungan, Pemprov NTB akan menjalin kolaborasi dengan Universitas Mataram untuk menyediakan pelatihan manajerial bagi para pengurus koperasi desa.
Sementara itu, Wamen Ferry Juliantono menyampaikan harapannya agar seluruh desa di NTB segera menuntaskan pembentukan koperasi Merah Putih. Ia memberikan apresiasi khusus kepada Desa Kembang Kuning yang dinilai cepat tanggap dalam memulai langkah konkret membangun koperasi berbasis kebutuhan warganya.
Sebagai puncak acara, dilakukan penyerahan simbolis akta notaris dan pengesahan badan hukum kepada koperasi-koperasi yang telah memenuhi persyaratan. Penyerahan kartu keanggotaan juga dilakukan langsung oleh Wamen Ferry kepada warga Desa Kembang Kuning yang tergabung dalam koperasi.
Koperasi Desa Merah Putih Kembang Kuning sendiri telah beranggotakan lebih dari 200 orang, dengan sejumlah unit usaha yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat seperti toko sembako, layanan apotek, klinik kesehatan, gudang logistik, saprodi pertanian, dan layanan transportasi lokal.
Langkah progresif ini diharapkan menjadi model replikasi nasional dan mendorong percepatan pembentukan koperasi desa sebagai ujung tombak penggerak ekonomi berbasis gotong royong.
Bagikan ini:
- Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
- Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
- Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
- Bagikan ke Threads(Membuka di jendela yang baru) Utas
- Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
- Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
Artikel Terkait

TPAKD Award 2026: Lombok Timur Pamerkan Inovasi Keuangan, Program Bebas Rentenir Jadi Sorotan Tim Penilai
06 Agu 2026
Ratusan Warga Kepung Polres Lombok Timur, Tuntut Penanganan Cepat Kasus Dugaan Ujaran Kebencian
06 Agu 2026
