Dinas Pendidikan Lombok Timur Dorong Penerapan Metode TaRL untuk Siswa Disabilitas Belajar

1000941493

mitrasatunews.com – Kabupaten Lombok Timur kini menginisiasi langkah besar dalam dunia pendidikan dengan memperkenalkan program inklusi yang dirancang khusus untuk anak-anak dengan gangguan belajar, seperti disleksia, ADHD, dan dispraksia. Program ini bertujuan memastikan setiap anak mendapatkan hak yang sama dalam memperoleh pendidikan.

Salah satu sekolah yang telah mengimplementasikan program ini adalah SDN 3 Montong Betok, yang berlokasi di Kecamatan Montong Gading. Sekolah tersebut menyediakan fasilitas pendukung, seperti ruang belajar ramah anak, materi pembelajaran berbasis buku berkualitas yang didukung oleh Kemendikbudristek, serta keberadaan dua guru yang dilatih secara khusus.

Amat S. Pd, kepala sekolah SDN 3 Montong Betok, menjelaskan bahwa layanan inklusi ini mulai dijalankan sejak Oktober 2024 dan terintegrasi dengan kegiatan perpustakaan sekolah. Hingga kini, sebanyak 16 siswa dengan kebutuhan khusus telah bergabung dalam program ini.

“Untuk mengidentifikasi siswa dengan kesulitan belajar, kami menggunakan instrumen asesmen dari Dinas Pendidikan Provinsi NTB. Hal ini membantu kami memahami kemampuan siswa, terutama dalam hal membaca dan interaksi mereka sehari-hari,” ujar Amat, Sabtu (11/1/2025).

Siswa yang terlibat dalam program ini berasal dari kelas dua hingga kelas enam. Mereka dibagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan kemampuan belajar mereka, mulai dari pengenalan huruf hingga memahami kalimat dan paragraf. Fokus utama adalah meningkatkan keterampilan membaca sebagai dasar pembelajaran lebih lanjut.

“Langkah pertama kami adalah memastikan setiap anak dapat membaca dengan baik, karena membaca adalah kunci untuk mengakses ilmu pengetahuan,” tambahnya.

Pendekatan yang digunakan dalam program ini adalah Teaching at the Right Level (TaRL), yaitu metode pembelajaran yang disesuaikan dengan kemampuan siswa. Para guru yang terlibat juga mendapatkan pelatihan khusus untuk memanfaatkan buku-buku berkualitas yang disediakan oleh Kemendikbudristek.

Proses pembelajaran berlangsung selama 60 menit setiap hari, menggantikan jam pelajaran olahraga. Aktivitas ini dimulai dari pukul 08.00 hingga 11.00, dengan jeda waktu setiap 20 menit untuk menjaga konsentrasi siswa.

“Hasilnya sudah mulai terlihat. Dua siswa kami dari kelas empat dan enam telah berhasil menyelesaikan program ini. Kami mengadakan acara kelulusan untuk memberikan semangat dan apresiasi kepada mereka,” kata Amat dengan bangga.

Amat juga menekankan pentingnya penerapan pendidikan inklusi di sekolah reguler agar anak-anak berkebutuhan khusus dapat belajar bersama dengan anak-anak lainnya dalam lingkungan yang mendukung dan inklusif.

“Program seperti ini tidak hanya memberikan akses pendidikan, tetapi juga memastikan bahwa setiap anak merasa diterima, dihargai, dan mampu berkembang sesuai potensi mereka,” pungkas Amat, penuh harapan agar inisiatif ini dapat diterapkan di lebih banyak sekolah.

(win)

Gambar berita Mitra Satu News

Admin mitrasatunews.com

https://mitrasatunews.com

IKLAN

7888791c-db04-4f57-ac76-26e67af4a7df
64821625-2d5c-41fd-b7ce-29b816090043
WhatsApp Image 2026-03-10 at 21.44.57
WhatsApp Image 2026-03-20 at 10.28.49
WhatsApp Image 2026-03-20 at 11.13.40
20260319_234155
PDAM hari buruh 2026.jpg
f99a936c-c1f6-4e75-a631-55e48311ea3b
f20b9b73-528d-4f13-9f11-d37475464c4e
2026 02 17 at 22.03.31 - Mitra Satu News
2026 02 18 at 21.35.26 (1) - Mitra Satu News
2026 02 20 at 19.30.53 - Mitra Satu News
2026 02 19 at 22.16.37 - Mitra Satu News
b335c4cd-a7b3-446c-b5d7-4a727010456a
2026 01 26 at 12.33.09 - Mitra Satu News
WhatsApp Image 2025-10-28 at 17.59.43_32c5cd75
WhatsApp Image 2025-10-28 at 17.59.43_3760063b
WhatsApp Image 2025-10-17 at 18.11.10_bbbc292a
3f1adb74-001f-4cde-b3f3-db67083a7577
WhatsApp Image 2025-09-05 at 14.49.16_3db0fc2e
cd07e85b-2f9e-4989-9630-ba88f78fb526