Bupati H.Iron Jadikan HUT ke-131 Lotim sebagai Momentum Menatap Masa Depan

image
3 menit baca

mitrasatunews.com – LOMBOK TIMUR — Usia 131 tahun menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Lombok Timur untuk mengajak masyarakat tidak hanya mengenang perjalanan masa lalu, tetapi juga menatap arah pembangunan daerah ke depan.

Pesan tersebut disampaikan Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin dalam puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Lombok Timur ke-131, Senin (31/8/2026).

Dalam sambutannya, Haerul mengingatkan pentingnya masyarakat, khususnya generasi muda, mengetahui sejarah daerah. Menurutnya, pemahaman terhadap perjalanan Lombok Timur merupakan bagian dari upaya menjaga identitas dan jati diri masyarakat.

Ia mengangkat sejumlah catatan sejarah yang berkaitan dengan terbentuknya wilayah Lombok Timur. Salah satunya adalah Perang Gandor pada 1897 yang dipimpin Raden Wirestasi bersama Mami Mutia Asih.

Haerul juga mengulas kondisi pembagian wilayah pada masa lampau. Saat itu terdapat sejumlah distrik, di antaranya Praya, Kopang, Batukliang, Barang-barang, Kerong Timur, Kebaya, dan Sakra. Dalam perkembangannya, struktur kewilayahan tersebut mengalami perubahan hingga muncul distrik lainnya, termasuk Masbagik.

Menurutnya, rangkaian sejarah tersebut tidak semestinya hanya tersimpan dalam catatan pemerintahan. Pengetahuan mengenai asal-usul daerah perlu diwariskan kepada generasi berikutnya agar masyarakat tetap memahami akar sejarah tempat mereka berasal.

“Jangan sampai anak-anak kita ketika berada di luar daerah tidak mengetahui sejarah daerahnya sendiri,” kata Haerul dalam pesannya kepada generasi muda.

Selain berbicara mengenai sejarah, Haerul mengajak masyarakat menjaga persatuan di tengah keberagaman. Ia menilai pembangunan daerah membutuhkan suasana sosial yang kondusif dan hubungan antarmasyarakat yang kuat.

Pesan tersebut juga dinilainya selaras dengan tausiah TGB Dr. TGH. Muhammad Zainul Majdi, mantan Gubernur NTB periode 2008-2018, yang turut hadir dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Lotim ke-131.

Haerul menegaskan bahwa perbedaan bukan alasan untuk menjauhkan masyarakat satu sama lain. Sebaliknya, silaturahmi harus terus dirawat sebagai modal sosial untuk membangun daerah.

Pada kesempatan itu, Bupati juga mengenang jasa para pemimpin Lombok Timur sebelumnya. Ia menyampaikan apresiasi kepada para pendahulu yang telah meletakkan berbagai fondasi pembangunan daerah.

Beberapa tokoh yang disebut antara lain H. Abdul Kadir yang memimpin Lombok Timur pada 1988, Dr. H. M. Ali Bin Dahlan yang menjabat selama dua periode, serta Dr. H. Sukiman yang turut meninggalkan sejumlah capaian selama masa pemerintahannya.

Haerul mengatakan pembangunan Lombok Timur saat ini merupakan bagian dari proses panjang yang telah dikerjakan oleh pemerintahan sebelumnya. Karena itu, generasi saat ini memiliki kewajiban untuk menjaga sekaligus mengembangkan berbagai hasil pembangunan tersebut.

Ia juga mengajak masyarakat bersama-sama mendoakan para mantan bupati Lombok Timur yang telah wafat agar memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Apresiasi juga diberikan kepada masyarakat, TNI, Polri, serta seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan puncak Hari Jadi Lotim. Haerul menilai keberhasilan kegiatan tersebut tidak terlepas dari kerja bersama dan semangat gotong royong.

Menariknya, ia menyebut rangkaian kegiatan tersebut tidak menggunakan anggaran APBD. Keterlibatan berbagai pihak, termasuk mereka yang bekerja di balik layar, menjadi bagian penting dalam menyukseskan acara.

Haerul secara khusus mengapresiasi orang-orang yang telah bekerja sejak sebelum kegiatan dimulai hingga seluruh rangkaian acara selesai. Menurutnya, kontribusi tersebut juga menjadi bagian dari perjalanan sejarah Lombok Timur.

Memasuki usia 131 tahun, Haerul berharap Hari Jadi Lombok Timur menjadi momentum evaluasi, bukan sekadar agenda tahunan. Pemerintah dan masyarakat perlu melihat kembali berbagai capaian sekaligus mengidentifikasi persoalan yang masih membutuhkan perhatian.

Ia menegaskan pembangunan ke depan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Infrastruktur tetap menjadi bagian penting, namun peningkatan kualitas kesehatan, pendidikan, produktivitas, serta kesejahteraan warga juga harus menjadi perhatian.

Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, kata Haerul, ingin membawa daerah tersebut menuju kondisi yang lebih sejahtera, maju, adil, religius, dan transparan.

Semangat itu, lanjutnya, harus dibangun melalui keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Dan kita jadikan Lotim sebagai rumah sendiri,” tegasnya.(red)

Bagikan:COPY
Avatar penulis Mitra Satu News

KaizerDan

Dapatkan Update Berita Terbaru

Langganan gratis — berita terkini langsung di inbox Anda.

IKLAN

WhatsApp Image 2026-07-28 at 02.29.34
WhatsApp Image 2026-08-17 at 20.13.44
WhatsApp Image 2026-08-16 at 20.27.36
7888791c-db04-4f57-ac76-26e67af4a7df
64821625-2d5c-41fd-b7ce-29b816090043
WhatsApp Image 2026-03-10 at 21.44.57
WhatsApp Image 2026-03-20 at 10.28.49
WhatsApp Image 2026-03-20 at 11.13.40
20260319_234155
PDAM hari buruh 2026.jpg
f99a936c-c1f6-4e75-a631-55e48311ea3b
f20b9b73-528d-4f13-9f11-d37475464c4e
2026 02 17 at 22.03.31 - Mitra Satu News
2026 02 18 at 21.35.26 (1) - Mitra Satu News
2026 02 20 at 19.30.53 - Mitra Satu News
2026 02 19 at 22.16.37 - Mitra Satu News
b335c4cd-a7b3-446c-b5d7-4a727010456a
2026 01 26 at 12.33.09 - Mitra Satu News
WhatsApp Image 2025-10-28 at 17.59.43_32c5cd75
WhatsApp Image 2025-10-28 at 17.59.43_3760063b
WhatsApp Image 2025-10-17 at 18.11.10_bbbc292a
3f1adb74-001f-4cde-b3f3-db67083a7577
WhatsApp Image 2025-09-05 at 14.49.16_3db0fc2e
cd07e85b-2f9e-4989-9630-ba88f78fb526
f2756942-686a-44b0-bce8-9d7b7c1668ea