/ Apr 19, 2026

BUMDes Taman Sari Makmur Setor PADes dan Beberkan Laporan Kinerja, Usaha Desa di Banjarsari Tunjukkan Pertumbuhan

mitrasatunews.com Lombok Timur — Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Taman Sari Makmur Desa Banjarsari kembali menegaskan komitmennya terhadap tata kelola yang terbuka dengan menggelar musyawarah desa laporan pertanggungjawaban tahun 2026. Agenda tersebut sekaligus menjadi momen penyerahan kontribusi Pendapatan Asli Desa (PADes) yang bersumber dari aktivitas usaha BUMDes, Senin (09/02/2026).

Forum musyawarah desa ini menjadi sarana evaluasi rutin yang wajib dilakukan pengelola BUMDes bersama pemerintah desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Melalui pertemuan ini, berbagai capaian, kendala, dan rencana pengembangan usaha dibahas secara terbuka agar pengelolaan BUMDes tetap berada di jalur regulasi.

Dalam pemaparan laporan, pengurus BUMDes menjelaskan perkembangan sejumlah unit usaha yang dijalankan. Beberapa sektor yang dikelola antara lain usaha kuliner, layanan air bersih (PAMDes), jasa layanan kesehatan atau perawatan, produksi air minum, serta peternakan ayam petelur sebagai bagian dari program ketahanan pangan desa.

Kinerja usaha sepanjang tahun menunjukkan kecenderungan membaik. Efektivitas pengelolaan disebut berkontribusi pada peningkatan pendapatan yang melampaui capaian tahun sebelumnya hingga puluhan juta rupiah. Unit PAMDes juga mencatat penambahan pelanggan meskipun kenaikan pendapatan masih relatif terbatas. Di sisi lain, penyewaan lapangan belum memberikan dampak signifikan karena rendahnya tingkat pemanfaatan, berbeda dengan retribusi pasar yang justru mengalami peningkatan.

Salah satu unit yang menjadi perhatian adalah peternakan ayam petelur. Program ini memperoleh dukungan dana hibah APBD ratusan juta rupiah yang dialokasikan untuk pembangunan kandang, penyediaan pakan, vaksinasi, sarana pendukung, hingga operasional tenaga kerja. Saat ini unit tersebut masih berada pada tahap pengembangan sehingga belum menjadi sumber laba utama.

Dari sisi keuangan, pengelola memaparkan rincian biaya operasional yang mencakup kebutuhan energi, konsumsi kegiatan, perawatan unit usaha, serta administrasi. Secara keseluruhan, BUMDes masih mampu membukukan Sisa Hasil Usaha (SHU) puluhan juta rupiah.

Meski demikian, perjalanan usaha tidak lepas dari tantangan. Beberapa di antaranya adalah tingginya biaya operasional, perawatan kualitas air, keterbatasan fasilitas, persaingan usaha, hingga faktor cuaca. Permasalahan kedisiplinan pembayaran pelanggan dan sambungan air tidak resmi juga menjadi perhatian. Untuk menjawab tantangan tersebut, pengurus menerapkan sejumlah strategi seperti perawatan berkala, inovasi layanan, promosi usaha, edukasi pelanggan, hingga pengelolaan pakan mandiri dan sistem vaksinasi ternak yang terjadwal.

Dalam sesi diskusi, peserta musyawarah mengusulkan agar setoran PADes dilakukan langsung ke rekening desa guna menjamin transparansi administrasi. Penyerahan simbolis tetap diperbolehkan selama proses pencatatan keuangan dilakukan secara resmi. Peran pengawas BUMDes juga ditekankan agar lebih aktif dalam evaluasi, terutama terkait penyertaan modal desa yang harus disertai dokumen kelayakan dan aturan desa yang jelas.

Pemerintah desa berharap BUMDes Taman Sari Makmur dapat terus berkembang dan menjadi motor penggerak ekonomi lokal. Optimalisasi setiap unit usaha dinilai penting agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat serta mampu meningkatkan pendapatan desa secara berkelanjutan.(aws)

IKLAN

Hubungi Kami

@Copyright MitrasatuNews.com – 2026

Powered By