/ Apr 19, 2026

Kunjungi Lombok Timur, Mentan RI Dorong NTB Jadi Motor Swasembada Bawang Putih Nasional

mitrasatunews.com Lombok Timur – Upaya memperkuat kedaulatan pangan kembali digencarkan pemerintah pusat. Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, melakukan lawatan kerja ke Nusa Tenggara Barat dengan fokus pada pengembangan komoditas bawang putih di Kabupaten Lombok Timur, Senin (9/2/2026).

Kedatangan Mentan menandai dimulainya program penguatan budidaya bawang putih yang diarahkan untuk mengurangi ketergantungan impor. Dalam kunjungannya, ia menilai NTB memiliki potensi besar menjadi lumbung bawang putih nasional karena dukungan lahan, iklim, dan kesiapan petani.

Pemerintah pusat menempatkan NTB sebagai wilayah strategis produksi bawang putih. Luas lahan yang disiapkan ditargetkan mampu memasok kebutuhan antar daerah sekaligus memperkuat cadangan nasional. Dengan optimalisasi lahan, pemerintah menargetkan penghentian impor bawang putih dalam beberapa tahun ke depan.

Amran menyebut, secara nasional Indonesia hanya memerlukan sekitar 100 ribu hektar lahan bawang putih untuk mencapai swasembada. Angka tersebut dinilai realistis jika dibandingkan dengan luas tanam komoditas pangan lain yang telah dikelola selama ini.

Produktivitas bawang putih NTB juga dinilai menjanjikan. Rata-rata hasil panen dilaporkan mencapai puluhan ton per hektar dengan kualitas yang mampu bersaing di pasar. Kondisi ini menjadi alasan pemerintah memprioritaskan pengembangan di wilayah tersebut.

Dari sisi dukungan, Kementerian Pertanian menyiapkan pembiayaan melalui APBN, termasuk bantuan benih dan perlindungan harga. Skema Harga Pembelian Pemerintah (HPP) dirancang untuk menjaga stabilitas pasar agar petani tidak merugi saat panen raya.

Selain itu, Mentan menekankan pentingnya sistem pangan yang terhubung antara sektor pertanian dan peternakan guna menjaga keseimbangan pasokan dan harga. Pendekatan terintegrasi dinilai menjadi kunci ketahanan pangan jangka panjang.

Dalam pertemuan bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Amran mendorong peningkatan profesionalisme dan pola pikir maju. Ia menilai peran penyuluh sangat strategis dalam memastikan teknologi dan program pemerintah benar-benar diterapkan di tingkat petani.

Rangkaian kunjungan kerja tersebut juga diisi dengan peninjauan langsung lokasi pengeringan dan area tanam bawang putih. Dialog dengan para penyuluh dan petani turut dilakukan untuk menyerap berbagai kendala di lapangan.

Program pengembangan bawang putih di NTB diharapkan tidak hanya memperkuat pasokan nasional, tetapi juga membuka peluang peningkatan pendapatan petani serta pertumbuhan ekonomi daerah.(aws)

IKLAN

Hubungi Kami

@Copyright MitrasatuNews.com – 2026

Powered By