Antisipasi Risiko Bencana di Rinjani, Lombok Timur Gandeng UMY Kembangkan SIGUMI

bb23b95b-4f5c-400d-ba47-3f0abeab19df
4 menit baca

mitrasatunews.com – LOMBOK TIMUR – Keselamatan wisatawan di kawasan Gunung Rinjani menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Lombok Timur. Bersama Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), pemerintah daerah mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk memperkuat sistem mitigasi bencana melalui aplikasi Sistem Informasi Gunung Merapi Inklusif (SIGUMI).

Upaya tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) sekaligus pemaparan hasil penelitian dan pengenalan aplikasi SIGUMI di Rupatama 1 Kantor Bupati Lombok Timur, Rabu (14/10/2026). Agenda ini turut diisi dengan sosialisasi serta pelatihan komunikasi kebencanaan yang melibatkan berbagai unsur terkait.

Pengembangan SIGUMI merupakan bagian dari riset yang berfokus pada mitigasi bencana secara inklusif dan dukungan terhadap pariwisata berkelanjutan. Inisiatif serupa diarahkan untuk kawasan Gunung Merapi di Yogyakarta, Gunung Agung di Bali, dan Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Bupati Lombok Timur H. Hairul Warisin menilai kolaborasi tersebut relevan dengan karakteristik daerah yang memiliki kekayaan alam sekaligus menghadapi beragam ancaman bencana. Menurutnya, potensi wisata yang dimiliki Lombok Timur perlu diimbangi dengan sistem perlindungan dan kesiapsiagaan yang memadai.

Ia menyatakan pemerintah daerah siap memberikan dukungan melalui kebijakan, termasuk penguatan regulasi dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda). Digitalisasi juga akan terus didorong agar berbagai upaya pembangunan dan pelayanan dapat berjalan lebih efektif.

Hairul mengapresiasi kehadiran SIGUMI karena pemanfaatan teknologi dinilai dapat membantu meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya bencana.

Dari sisi penanganan di lapangan, Kepala Pelaksana BPBD Lombok Timur Lalu Mulyadi mengingatkan bahwa daerahnya memiliki tingkat kerentanan yang harus diantisipasi secara berkelanjutan. Kawasan Gunung Rinjani sendiri merupakan salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional di NTB, sehingga aspek keselamatan menjadi faktor penting dalam pengelolaan destinasi.

Mengacu pada dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) 2025–2030, NTB berada di urutan ketujuh secara nasional berdasarkan tingkat kerawanan bencana. Adapun Lombok Timur menghadapi hampir 11 jenis ancaman, termasuk erupsi gunung berapi, gempa bumi, banjir bandang, banjir rob, longsor, angin puting beliung, cuaca ekstrem, kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, serta tsunami.

Keberagaman ancaman tersebut membutuhkan kesiapan personel, koordinasi antarlembaga, serta ketersediaan informasi yang dapat digunakan dalam menentukan langkah penanganan. Situasi menjadi semakin penting ketika kawasan rawan bencana juga berfungsi sebagai tujuan wisata yang dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah.

Mulyadi turut menjelaskan bahwa laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pada 30 September 2026 menyebutkan aktivitas Gunung Rinjani berada pada Level II. Apabila terjadi peningkatan status, BPBD akan berkoordinasi dan menyiapkan rekomendasi kepada kepala daerah terkait langkah keselamatan pengunjung berdasarkan kondisi serta informasi resmi yang tersedia.

Dalam konteks tersebut, SIGUMI dirancang untuk mendukung penyampaian peringatan dini pada tahap prabencana dan membantu penanganan darurat melalui informasi berbasis koordinat. Sistem ini diharapkan mempermudah petugas memperoleh gambaran lokasi kejadian, termasuk ketika membutuhkan informasi mengenai posisi korban.

Ketua Tim Peneliti Riset Inovatif Produktif (Rispro) Adhiyanti Nurjanah mengatakan pengembangan SIGUMI bertumpu pada empat aspek, yakni mitigasi bencana, komunikasi inklusif, kolaborasi pentahelix, dan pariwisata berkelanjutan.

Dalam penerapannya, BPBD dan Dinas Pariwisata ditunjuk sebagai administrator aplikasi. Keterlibatan masyarakat dan wisatawan, khususnya pendaki gunung, juga diharapkan dapat memperluas partisipasi dalam upaya pengurangan risiko bencana.

Adhiyanti menyampaikan bahwa hasil riset selama satu tahun tersebut diharapkan tidak berhenti pada pengembangan teknologi, tetapi dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia juga menyoroti pentingnya dukungan regulasi daerah untuk memperkuat penyelenggaraan penanggulangan bencana.

SIGUMI dikembangkan sebagai aplikasi seluler yang menyediakan informasi terkait mitigasi bencana gunung berapi bagi masyarakat, wisatawan, pengelola destinasi, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya. Selain menunjang distribusi informasi kebencanaan, aplikasi ini diharapkan dapat mendukung penelitian dan pengembangan sistem mitigasi.

Meski telah diperkenalkan dalam kegiatan tersebut, aplikasi SIGUMI masih berada dalam proses pengembangan. Aplikasi ini nantinya direncanakan dapat diunduh melalui Google Play Store dan Apple App Store.

Penerapan SIGUMI diharapkan membantu masyarakat mengenali potensi bahaya sejak dini, meningkatkan pemahaman mengenai langkah penyelamatan, dan membangun kebiasaan untuk selalu memperhatikan informasi kebencanaan ketika beraktivitas di kawasan gunung berapi.

Setelah penandatanganan kerja sama dan pemaparan riset, kegiatan dilanjutkan dengan materi mitigasi di kawasan wisata rawan bencana serta penjelasan pemanfaatan SIGUMI oleh Ketua MDMC PP Muhammadiyah, Budi Setiawan. Tim Rispro kemudian melaksanakan uji coba aplikasi untuk memperkenalkan penggunaannya kepada peserta.

Kerja sama Pemkab Lombok Timur dan UMY ini diharapkan menjadi langkah untuk memperkuat kesiapan menghadapi bencana sekaligus mendukung pengelolaan pariwisata yang lebih aman, inklusif, dan berkelanjutan, terutama di kawasan Gunung Rinjani.(red)

Bagikan:COPY
Avatar penulis Mitra Satu News

KaizerDan

Dapatkan Update Berita Terbaru

Langganan gratis — berita terkini langsung di inbox Anda.

IKLAN

WhatsApp Image 2026-07-28 at 02.29.34
WhatsApp Image 2026-08-17 at 20.13.44
WhatsApp Image 2026-08-16 at 20.27.36
7888791c-db04-4f57-ac76-26e67af4a7df
64821625-2d5c-41fd-b7ce-29b816090043
WhatsApp Image 2026-03-10 at 21.44.57
WhatsApp Image 2026-03-20 at 10.28.49
WhatsApp Image 2026-03-20 at 11.13.40
20260319_234155
PDAM hari buruh 2026.jpg
f99a936c-c1f6-4e75-a631-55e48311ea3b
f20b9b73-528d-4f13-9f11-d37475464c4e
2026 02 17 at 22.03.31 - Mitra Satu News
2026 02 18 at 21.35.26 (1) - Mitra Satu News
2026 02 20 at 19.30.53 - Mitra Satu News
2026 02 19 at 22.16.37 - Mitra Satu News
b335c4cd-a7b3-446c-b5d7-4a727010456a
2026 01 26 at 12.33.09 - Mitra Satu News
WhatsApp Image 2025-10-28 at 17.59.43_32c5cd75
WhatsApp Image 2025-10-28 at 17.59.43_3760063b
WhatsApp Image 2025-10-17 at 18.11.10_bbbc292a
3f1adb74-001f-4cde-b3f3-db67083a7577
WhatsApp Image 2025-09-05 at 14.49.16_3db0fc2e
cd07e85b-2f9e-4989-9630-ba88f78fb526
f2756942-686a-44b0-bce8-9d7b7c1668ea