/ Jan 15, 2026

mitrasatunews.com – Lombok Timur — Upaya pemulihan infrastruktur pascabanjir di Lombok Timur terus dikebut. Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, melakukan pengecekan langsung ke lokasi pemasangan jembatan darurat jenis Bailey di Desa Perigi, Kecamatan Suela, Senin (12/1/2026).

Jembatan tersebut dipasang untuk menggantikan akses utama yang sebelumnya terputus akibat luapan sungai, sekaligus menghubungkan kembali aktivitas masyarakat antara Desa Perigi dan Desa Puncak Jeringo.

Dalam kunjungannya, Bupati yang dikenal dengan sapaan H. Iron menyampaikan bahwa secara konstruksi utama, jembatan telah terpasang. Namun, masih diperlukan sejumlah pekerjaan lanjutan sebelum benar-benar dapat digunakan secara optimal oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

Ia menekankan pentingnya penataan jalan pendekat di sisi jembatan, termasuk penambahan material timbunan dan perataan permukaan jalan. Langkah ini dinilai krusial untuk menjamin keselamatan pengguna, terutama saat kondisi cuaca kurang bersahabat.

Selain infrastruktur jalan, pemerintah daerah juga merencanakan pembangunan fasilitas pendukung di sekitar sungai. Salah satunya berupa akses tangga bagi warga yang kerap memanfaatkan aliran sungai untuk kebutuhan harian.

Bupati menjelaskan, jembatan Bailey tersebut hanya difungsikan sebagai solusi sementara. Pemerintah Kabupaten Lombok Timur telah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mengusulkan pembangunan jembatan permanen, mengingat kawasan tersebut masuk wilayah rawan banjir yang hampir setiap tahun terdampak.

“Kita tidak bisa bergantung pada jembatan sementara. Targetnya, jembatan permanen bisa segera dibangun agar akses masyarakat lebih aman dan berkelanjutan,” ujarnya di sela peninjauan.

Tak hanya di Suela, sejumlah titik lain yang mengalami kerusakan akibat cuaca ekstrem juga masuk dalam daftar prioritas penanganan. Wilayah Mamben serta Desa Lendang Nangka Utara menjadi beberapa lokasi yang disebut membutuhkan perbaikan cepat.

Untuk kerusakan dengan kategori ringan hingga sedang, Pemkab Lombok Timur memastikan penanganan akan dilakukan melalui alokasi dana Belanja Tak Terduga (BTT). Kebijakan ini diambil agar gangguan terhadap aktivitas ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan masyarakat dapat segera diminimalisir.

Menutup keterangannya, Bupati menyampaikan permohonan pengertian kepada masyarakat atas proses administrasi yang sempat melambat pada akhir tahun lalu. Ia memastikan saat ini seluruh jajaran pemerintah daerah fokus penuh pada percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana.(aws)

IKLAN

Hubungi Kami

@Copyright MitrasatuNews.com – 2026

Powered By