mitrasatunews.com – LOMBOK TIMUR – Upaya penataan aset dan pembenahan infrastruktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lombok Timur menjadi perhatian setelah Sopyan Hakim menangani sejumlah persoalan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Dalam kurun waktu tiga bulan, dua masalah yang menjadi sorotan adalah jaringan perpipaan Suwela–Ketangga dan sumber mata air Ambung.
Kedua persoalan tersebut memiliki riwayat penanganan yang panjang. Jaringan perpipaan Suwela–Ketangga disebut telah menghadapi kendala selama hampir lima tahun, sedangkan persoalan pada sumber mata air Ambung dilaporkan berlangsung hingga sembilan tahun.
Pada jalur Suwela–Ketangga, jaringan perpipaan yang disebut mengalami sabotase menjadi salah satu persoalan yang membutuhkan penyelesaian. Kondisi tersebut menempatkan pembenahan infrastruktur dan pengamanan aset sebagai aspek penting dalam upaya memperbaiki pengelolaan layanan air bersih di Lombok Timur.
Sementara itu, sumber mata air Ambung turut menjadi perhatian karena persoalannya belum terselesaikan selama bertahun-tahun. Keberadaan sumber air ini menjadi penting dalam konteks pengelolaan aset dan keberlangsungan penyediaan air bagi masyarakat.
Penanganan kedua masalah tersebut dalam kurun waktu tiga bulan menjadi sorotan tersendiri, mengingat durasi persoalannya yang jauh lebih panjang. Langkah Sopyan Hakim tersebut dikaitkan dengan upaya mengembalikan pengelolaan aset PDAM yang sebelumnya disebut berada dalam penguasaan pihak lain.
Penyelesaian persoalan semacam ini tidak hanya menyangkut status aset, tetapi juga membutuhkan kepastian pengelolaan serta perbaikan infrastruktur yang terdampak. Dengan pengelolaan yang tertib, aset perusahaan daerah diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pelayanan air bersih kepada masyarakat.
Meski demikian, capaian penanganan kedua persoalan itu masih perlu disertai penjelasan lebih terperinci mengenai langkah yang telah dilakukan dan status penyelesaiannya. Informasi resmi mengenai kondisi terkini jaringan Suwela–Ketangga maupun sumber mata air Ambung juga diperlukan untuk mengetahui dampak konkret dari upaya tersebut.
Penanganan masalah yang telah berlarut-larut ini diharapkan menjadi titik awal bagi pembenahan pengelolaan aset PDAM Lombok Timur secara menyeluruh. Pada akhirnya, keberhasilan upaya tersebut perlu tercermin dari kepastian penguasaan aset, berfungsinya infrastruktur, serta peningkatan kualitas pelayanan air bersih bagi masyarakat.(red)
Bagikan ini:
- Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
- Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
- Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
- Bagikan ke Threads(Membuka di jendela yang baru) Utas
- Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
- Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
Terkait
KaizerDan
Dapatkan Update Berita Terbaru
Langganan gratis — berita terkini langsung di inbox Anda.


















