Jakarta – Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle kabinet pertamanya di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu, 19 Februari 2025. Perombakan dalam Kabinet Merah Putih ini merupakan hak prerogatif Presiden dalam memastikan efektivitas pemerintahan.
Salah satu posisi yang mengalami pergantian adalah Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek), di mana Satryo Soemantri Brodjonegoro digantikan oleh Brian Yuliarto, Guru Besar Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Bandung (ITB).
Pengamat politik Adi Prayitno menilai reshuffle ini sebagai sinyal tegas bagi para menteri lainnya untuk meningkatkan kinerja.
“Siapapun mereka, kalau kinerjanya tidak sesuai harapan, menimbulkan kontroversi, atau kegaduhan, Presiden Prabowo tidak akan ragu untuk melakukan reshuffle,” ujar Adi melalui kanal YouTube pribadinya, Jumat (21/2).
Menurutnya, langkah ini mencerminkan komitmen Prabowo Subianto dalam memastikan kabinetnya bekerja secara efektif dan sesuai dengan visi pemerintah untuk kesejahteraan rakyat.
“Reshuffle ini seperti ultimatum politik. Jika para menteri tidak bekerja sesuai tugas dan fungsi mereka, maka bukan tidak mungkin mereka juga akan diganti, seperti Satryo,” pungkasnya.
Bagikan ini:
- Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
- Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
- Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
- Bagikan ke Threads(Membuka di jendela yang baru) Utas
- Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
- Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
