mitrasatunews.com – Lombok Timur — Pemerintah Kabupaten Lombok Timur mulai mengambil langkah konkret dalam menata ulang kawasan yang dinilai tidak efektif dalam menunjang kebutuhan publik. Fokus utama saat ini tertuju pada revitalisasi rest area dan pembentukan wajah kota yang representatif sebagai gerbang masuk daerah.
Langkah ini mencuat dalam rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, pada Senin (16/6) di Kantor Bupati. Dalam arahannya, Bupati menyampaikan perlunya pendekatan baru terhadap fasilitas publik yang selama ini terbengkalai, termasuk rest area yang dinilai gagal memberikan fungsi optimal.
“Saat ini kita tidak bisa hanya terpaku pada pembangunan fisik tanpa memikirkan fungsi jangka panjangnya. Sudah waktunya kita ubah pendekatan,” tegasnya dalam forum tersebut.
Salah satu gagasan yang mencuat adalah pemanfaatan lahan di sekitar kolam dekat rest area untuk membangun fasilitas kuliner dan ruang promosi produk UMKM. Inisiatif ini diharapkan mampu meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus mempercantik kawasan yang sebelumnya kurang terurus.
Namun, rencana tersebut tidak tanpa hambatan. Kepemilikan lahan menjadi perhatian serius. Bupati menegaskan, jika lahan tersebut masuk dalam kategori milik pribadi, maka pemerintah tidak akan memaksakan penggunaan tanpa dasar hukum yang jelas.
“Kita tidak ingin membuat proyek yang akhirnya mubazir karena terganjal urusan legalitas. Semua harus dilakukan dengan pertimbangan matang,” ujarnya.
Tak hanya rest area, perhatian pemerintah juga tertuju pada tampilan visual kota. Bupati mengusulkan pembangunan zona penyambutan yang mencerminkan identitas lokal. Dengan menjadikan nilai budaya sebagai elemen desain utama, kawasan ini diharapkan menjadi ikon baru Lombok Timur sebagai daerah religius dan ramah.
Ia juga menyinggung pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk peran aktif desa dalam menjaga kebersihan dan estetika wilayah. Hal sederhana seperti penanganan sampah di jalur masuk desa disebut sebagai cerminan komitmen bersama.
Lebih lanjut, Bupati mendorong jajaran teknis dan konsultan untuk menciptakan desain yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga fungsional dan efisien, terutama mengingat terbatasnya ruang di area strategis yang ada.
Pada akhir rapat, ia menekankan bahwa seluruh perencanaan pembangunan harus sejalan dengan kapasitas fiskal daerah. Menurutnya, keberanian merancang program harus diimbangi dengan perhitungan keuangan yang realistis agar tidak menimbulkan beban keuangan jangka panjang.
Dengan semangat inovatif dan kolaboratif, Pemkab Lombok Timur berharap langkah ini akan membuka babak baru dalam pengelolaan kawasan publik — tidak hanya memperkuat identitas daerah, tetapi juga meningkatkan kenyamanan warga dan daya tarik bagi pengunjung.(aws)
Bagikan ini:
- Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
- Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
- Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
- Bagikan ke Threads(Membuka di jendela yang baru) Utas
- Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
- Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
Artikel Terkait

TPAKD Award 2026: Lombok Timur Pamerkan Inovasi Keuangan, Program Bebas Rentenir Jadi Sorotan Tim Penilai
06 Agu 2026
Ratusan Warga Kepung Polres Lombok Timur, Tuntut Penanganan Cepat Kasus Dugaan Ujaran Kebencian
06 Agu 2026
