mitrasatunews.com – Lombok Timur – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur terus memperkuat sistem pengelolaan data sebagai dasar dalam merumuskan kebijakan pembangunan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan kegiatan Coffee Morning Pembinaan Statistik Sektoral (COMPASS) yang digelar Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lombok Timur di Ruang Rapat Utama II, Selasa (30/6/2026).
Forum tersebut mempertemukan para pengelola data dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menyamakan persepsi mengenai pentingnya menghadirkan data sektoral yang akurat, konsisten, dan mudah dipertanggungjawabkan. Keseragaman data dinilai menjadi salah satu syarat utama agar setiap kebijakan pemerintah lahir berdasarkan informasi yang valid.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Kabupaten Lombok Timur, H. Fauzan, mengatakan bahwa perkembangan teknologi informasi menuntut pemerintah memiliki sistem pengelolaan data yang semakin baik. Menurutnya, kualitas data akan sangat memengaruhi ketepatan pemerintah dalam menentukan arah pembangunan.
Ia menjelaskan bahwa setiap data yang diproduksi OPD harus disertai metadata sebagai penjelasan mengenai sumber, metode pengumpulan, definisi, hingga ruang lingkup data. Keberadaan metadata akan memudahkan proses pemanfaatan informasi oleh seluruh perangkat daerah maupun masyarakat.
“Data yang berkualitas tidak hanya lengkap, tetapi juga memiliki penjelasan yang jelas sehingga dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan secara tepat,” ujarnya.
H. Fauzan menambahkan, Kabupaten Lombok Timur saat ini telah memiliki portal data daerah yang menjadi media penyimpanan sekaligus publikasi berbagai data sektoral. Meski demikian, pembaruan informasi akan terus dilakukan agar data yang tersedia tetap relevan dengan perkembangan di lapangan.
Menurutnya, keberhasilan implementasi Satu Data Indonesia sangat bergantung pada komitmen seluruh OPD dalam menghasilkan data yang seragam sehingga tidak lagi muncul perbedaan informasi antarinstansi.
Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lombok Timur, Sri Endah Wardanti, menilai kualitas statistik sektoral harus menjadi perhatian seluruh perangkat daerah. Ia menyebutkan bahwa melimpahnya data belum tentu menghasilkan kebijakan yang tepat apabila proses pengelolaannya belum memenuhi standar yang ditetapkan.
Untuk mendukung penguatan statistik sektoral, BPS memperkenalkan aplikasi COMPASS yang dirancang sebagai sarana pengelolaan data secara lebih terstruktur. Melalui aplikasi tersebut, setiap OPD dapat melakukan penginputan, pembaruan, hingga validasi data secara mandiri sehingga proses pengawasan kualitas data menjadi lebih efektif.
Sri Endah menegaskan bahwa penerapan prinsip Satu Data Indonesia bertujuan menciptakan satu sumber data yang valid dan dapat digunakan bersama oleh seluruh instansi pemerintah. Dengan demikian, proses penyusunan program pembangunan dapat dilakukan secara lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur bersama BPS berharap sinergi antarperangkat daerah semakin kuat dalam membangun ekosistem data yang terintegrasi. Kehadiran data sektoral yang berkualitas diyakini akan menjadi fondasi penting bagi perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi pembangunan yang lebih efektif, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.(aws)
Bagikan ini:
- Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
- Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
- Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
- Bagikan ke Threads(Membuka di jendela yang baru) Utas
- Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
- Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
