mitrasatunews.com – Lombok Timur – Langkah strategis dilakukan masyarakat Desa Rempung dalam memajukan pariwisata lokal dengan membentuk kelompok sadar wisata bernama Tode Dita, yang secara resmi dikukuhkan pada Selasa, 20 Mei 2025, di lokasi wisata Lembah Aik Ngembule.
Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, yang hadir dalam kesempatan tersebut, menyampaikan pandangannya bahwa keberadaan Pokdarwis hasil inisiatif masyarakat merupakan bentuk kesadaran kolektif yang harus dijaga dan diperkuat. Ia menyebutkan, partisipasi warga adalah aset utama dalam membangun sektor pariwisata yang berkelanjutan.
“Ketika semangat pembangunan muncul dari masyarakat sendiri, maka tugas pemerintah adalah memastikan dukungan dan fasilitasi yang maksimal,” ujar Wabup Edwin di hadapan warga dan tokoh masyarakat.
Ia juga menggarisbawahi bahwa visi Lombok Timur sebagai daerah yang sejahtera, maju, religius, adil, dan transparan (SMART) hanya dapat terwujud jika seluruh potensi desa digerakkan secara optimal.
Dalam momentum itu, Wabup menyampaikan kabar penting bahwa Pemda Lombok Timur telah memperoleh hak pengelolaan lahan seluas 25 hektare di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) dari Kementerian Kehutanan. Lahan tersebut rencananya akan dimanfaatkan untuk pengembangan destinasi wisata baru yang akan dikelola oleh badan usaha daerah atau institusi pariwisata terkait.
“Langkah ini menjadi peluang besar bagi kita untuk memperluas cakupan pariwisata dan membuka ruang ekonomi baru bagi masyarakat,” jelasnya.
Peresmian Pokdarwis Tode Dita ini juga bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-117, yang menambah semangat acara. Wabup pun mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjadikan momen ini sebagai pemicu bangkitnya sektor pariwisata desa.
Kepala Desa Rempung, Muh. Sakirin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan hari jadi ke-114 Desa Rempung. Ia berharap potensi alam dan budaya desa dapat dikelola dengan lebih baik melalui Pokdarwis yang baru dibentuk.
“Kami ingin menjadikan pariwisata sebagai pintu masuk kesejahteraan masyarakat Rempung,” ungkap Sakirin.
Wabup juga meminta Dinas Pariwisata Kabupaten untuk segera menyiapkan segala hal yang dibutuhkan dalam perencanaan dan pengembangan pariwisata ke depan. Menurutnya, industri pariwisata dapat menjadi mesin penggerak ekonomi karena efek gandanya sangat besar bagi kehidupan masyarakat.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, di antaranya perwakilan DPRD, Kepala Dinas Pariwisata, dan Staf Khusus Bupati Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa dukungan terhadap pengembangan wisata berbasis masyarakat tidak hanya datang dari tingkat desa, tetapi juga dari lintas sektor pemerintahan.(aws)
Bagikan ini:
- Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
- Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
- Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
- Bagikan ke Threads(Membuka di jendela yang baru) Utas
- Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
- Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
Artikel Terkait

Kasat Intel Polres Lotim dan Kepala Kesbangpoldagri Kawal Langsung Aksi Damai, Pastikan Aspirasi Warga Tersampaikan dengan Kondusif
06 Agu 2026
TPAKD Award 2026: Lombok Timur Pamerkan Inovasi Keuangan, Program Bebas Rentenir Jadi Sorotan Tim Penilai
06 Agu 2026
