/ Apr 24, 2026

Panen Raya Jagung di Lombok Timur, Baznas Soroti Strategi Nasional Ketahanan Pangan

mitrasatunews.com – Lombok Timur – Momentum panen raya jagung di Kecamatan Pringgabaya dimanfaatkan Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI, Sodik Mudjahid, untuk mendorong pembaruan strategi pengelolaan pangan nasional. Ia menilai Indonesia perlu mengadopsi pendekatan yang lebih terintegrasi agar mampu bersaing di tingkat global.

Dalam sambutannya, Sodik menegaskan bahwa potensi sektor pertanian di Lombok Timur sangat besar, namun perlu diimbangi dengan pengelolaan yang lebih baik, terutama pada tahapan setelah panen. Menurutnya, peningkatan nilai tambah produk pertanian menjadi kunci dalam mengangkat taraf hidup petani.

Ia juga menyinggung keberhasilan Thailand yang mampu menempatkan diri sebagai salah satu pemain utama dalam perdagangan pangan dunia. Indonesia, kata dia, memiliki peluang serupa jika mampu mengoptimalkan sumber daya yang tersedia secara konsisten dan berkelanjutan.

Lebih lanjut, Sodik mengingatkan bahwa ketahanan pangan tidak bisa dilepaskan dari pengelolaan sumber daya lain seperti air dan energi. Ketiga aspek tersebut dinilai saling berkaitan dan harus dikelola secara serius agar tidak menimbulkan persoalan di masa mendatang. Ia pun menekankan bahwa Baznas memiliki peran strategis sebagai sumber pendanaan sosial yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat sektor produktif, termasuk pertanian.

Di sisi lain, Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, memaparkan kondisi wilayahnya yang didominasi oleh lahan kering. Dari total luas pertanian, hanya sebagian yang memiliki sistem irigasi, sementara sisanya menghadapi keterbatasan air.

Untuk mengatasi hal tersebut, para petani di sejumlah wilayah menerapkan inovasi lokal. Di kawasan selatan, petani secara swadaya membangun embung dengan menyisihkan sebagian lahannya untuk menampung air hujan. Sementara itu, petani di wilayah utara mengombinasikan pemanfaatan air hujan dan penggunaan sumur bor guna menjaga keberlangsungan musim tanam.

Menurut Bupati, pendekatan ini terbukti mampu menjaga produktivitas pertanian dan berdampak positif terhadap perekonomian daerah. Ia menambahkan bahwa sektor pertanian masih menjadi tulang punggung utama dalam pembentukan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah.

Selain padi dan jagung, komoditas tembakau juga menjadi andalan daerah dengan kontribusi signifikan terhadap pendapatan melalui dana bagi hasil cukai. Hal ini semakin memperkuat posisi sektor pertanian sebagai penggerak ekonomi lokal.

Pemerintah daerah, lanjutnya, terus berupaya meningkatkan kapasitas petani melalui berbagai program pendampingan, khususnya dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman. Upaya tersebut diharapkan mampu meminimalisir risiko kerugian sekaligus menjaga stabilitas hasil panen.

Pada akhir kegiatan, Baznas menyerahkan bantuan pemberdayaan kepada kelompok tani binaan sebagai bentuk dukungan konkret terhadap pengembangan sektor pertanian di Lombok Timur.(aws)

IKLAN

Hubungi Kami

@Copyright MitrasatuNews.com – 2026

Powered By