mitrasatunews.com – Pihak kepolisian berhasil dengan cepat mengungkap kasus penemuan bayi yang ditinggalkan di toilet Puskesmas Selong, Lombok Timur, pada Kamis malam (01/05/2025). Melalui rekaman kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di area puskesmas, petugas berhasil mengidentifikasi seorang remaja perempuan berusia 16 tahun berinisial STI, yang diketahui masih duduk di bangku kelas 1 di salah satu SMA di kawasan Selong.
Berkat rekaman tersebut, anggota Bhabinkamtibmas Selong bersama Banit Intelkam Polsek Selong segera mendatangi kediaman remaja tersebut untuk melakukan pemeriksaan.
Menurut keterangan Kasi Humas Polres Lombok Timur, AKP Nicolas Osman, pihak kepolisian terlebih dahulu menemui orang tua STI dan memperlihatkan rekaman CCTV yang memperlihatkan aktivitas mencurigakan. Setelah dikonfirmasi, orang tua STI membenarkan bahwa sosok dalam video tersebut adalah anak mereka. STI pun kemudian dibawa ke Polres untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Dalam pemeriksaan, STI mengakui bahwa bayi yang ia lahirkan di toilet puskesmas merupakan hasil dari hubungan terlarang dengan kekasihnya yang berinisial AC, seorang remaja asal Kelayu Jorong. Hubungan tersebut telah terjalin sejak pertengahan tahun lalu dan mereka beberapa kali melakukan hubungan layaknya suami istri, salah satunya di sebuah warung kawasan Labuhan Haji pada bulan Agustus 2024.
STI juga sempat menyadari kehamilannya sekitar bulan September setelah melakukan tes kehamilan bersama AC. Ia kemudian berusaha mengakhiri kehamilannya dengan mengonsumsi dua butir obat penggugur kandungan. Namun, meski sempat merasa sudah kembali normal, gejala aneh mulai ia rasakan saat bulan Ramadhan.
Hingga akhirnya, pada 1 April 2025, STI mengalami kontraksi hebat dan dibawa orang tuanya ke Puskesmas Selong setelah mengeluh tidak buang air besar selama beberapa hari. Tanpa disadari oleh keluarganya, ia ternyata tengah menjalani proses persalinan di toilet puskesmas.
Di dalam toilet, STI melahirkan seorang bayi dan bahkan meminta orang tuanya untuk meminjamkan gunting dari perawat, yang kemudian ia gunakan untuk memotong tali pusar sang bayi. Dalam kondisi panik, ia menutupi bayi tersebut menggunakan penutup ember yang tersedia di dalam toilet, lalu kembali ke ruang periksa seolah tidak terjadi apa-apa. Ia sempat menerima suntikan dari perawat sebelum akhirnya pulang ke rumah.
Saat ini, STI masih menjalani perawatan psikologis di RSI Namira. Selama tiga bulan terakhir, ia rutin menjalani terapi dan mengonsumsi obat untuk pemulihan kondisi mentalnya.(aws)
Bagikan ini:
- Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
- Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
- Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
- Bagikan ke Threads(Membuka di jendela yang baru) Utas
- Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
- Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
Artikel Terkait

Jelang HUT Ke-81 RI, Polres Lombok Timur Tingkatkan Kesiapsiagaan untuk Jaga Stabilitas Keamanan Daerah
07 Agu 2026
Kasat Intel Polres Lotim dan Kepala Kesbangpoldagri Kawal Langsung Aksi Damai, Pastikan Aspirasi Warga Tersampaikan dengan Kondusif
06 Agu 2026
