mitrasatunews.com – Lombok Timur, NTB — Pemerintah Kabupaten Lombok Timur kembali menorehkan capaian membanggakan di tingkat nasional. Tahun ini, daerah tersebut berhasil masuk dalam nominasi penerima TPAKD Award 2025, sebuah penghargaan yang diberikan kepada daerah dengan inovasi terbaik dalam memperluas akses keuangan masyarakat.
Penilaian tahap awal dilakukan secara virtual pada Senin (16/6/2025) dan diikuti oleh Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin bersama Sekretaris Daerah, perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTB, dan sejumlah mitra strategis.
Dalam sesi presentasi, Bupati Haerul menegaskan keseriusan pemerintah daerah dalam memperluas jangkauan program inklusi keuangan yang telah digagas sejak beberapa tahun terakhir. Salah satu program unggulan yang kembali dipaparkan adalah Lotim Berkembang, sebuah skema pembiayaan tanpa bunga yang sejak 2020 tidak hanya menyasar peternak, tapi kini juga menjangkau sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Jumlah pelaku UMKM di Lombok Timur mencapai lebih dari 73 ribu. Ini potensi besar yang harus difasilitasi. Karena itu, kami mengalokasikan anggaran sekitar Rp 20 miliar tahun ini untuk mendukung pembiayaan sektor tersebut,” ujar Bupati.
Ia juga menyebutkan bahwa kerja sama strategis dengan lembaga keuangan seperti PT Pegadaian turut memperkuat penerimaan program di kalangan masyarakat. Terkait dengan sektor peternakan, yang sempat mengalami stagnasi akibat wabah penyakit mulut dan kuku (PMK), Pemda berkomitmen untuk kembali mengaktifkan bantuan bagi peternak. Apalagi, kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dalam penyediaan bibit dan pasokan daging tengah digagas.
Selain itu, Sekretaris Daerah H. Mohammad Juaini Taofik menyampaikan progres program Ekosistem Pesantren Inklusif Keuangan Syariah (EPIKS) dan Satu Rekening Satu Pelajar (Kejar) yang diluncurkan pada akhir 2024. Menurutnya, sebanyak 46 pondok pesantren di Lombok Timur telah ikut dalam program EPIKS yang bertujuan membangun kemandirian keuangan berbasis syariah melalui kolaborasi dengan perbankan nasional dan daerah.
Sedangkan untuk program Kejar, Lombok Timur mencatat rekor tertinggi dalam jumlah tabungan pelajar se-Provinsi NTB. “Pencapaian ini harus terus dijaga. Edukasi keuangan sejak usia sekolah penting agar tercipta generasi yang cerdas finansial,” ucap Sekda.
Tim penilai yang terdiri dari berbagai unsur kementerian dan lembaga mengapresiasi capaian Lombok Timur, namun juga memberikan sejumlah pertanyaan teknis guna mendalami efektivitas implementasi program yang telah dijalankan.
Keikutsertaan Lombok Timur dalam ajang TPAKD Award 2025 menjadi bukti bahwa upaya pemerintah daerah dalam memperluas akses keuangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat terus berjalan progresif dan adaptif terhadap tantangan zaman.(aws)
Bagikan ini:
- Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
- Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
- Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
- Bagikan ke Threads(Membuka di jendela yang baru) Utas
- Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
- Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
Artikel Terkait

TPAKD Award 2026: Lombok Timur Pamerkan Inovasi Keuangan, Program Bebas Rentenir Jadi Sorotan Tim Penilai
06 Agu 2026
Ratusan Warga Kepung Polres Lombok Timur, Tuntut Penanganan Cepat Kasus Dugaan Ujaran Kebencian
06 Agu 2026
