mitrasatunews.com – Lombok Timur – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur terus memperkuat pembangunan infrastruktur jalan sebagai bagian dari upaya meningkatkan konektivitas dan akses transportasi masyarakat. Program percepatan pembangunan jalan yang dimulai sejak 2025 ini memiliki total anggaran sekitar Rp250 miliar.
Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Lombok Timur, Lalu Kurnia Darmawan, S.T., menjelaskan bahwa hingga tahun 2026 belum ada proyek infrastruktur baru yang memasuki tahap tender, baik yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Hal tersebut karena sejumlah proyek yang dimulai pada tahun sebelumnya masih dalam tahap pelaksanaan, Kamis (12/03/2026).
Menurutnya, proyek percepatan pembangunan jalan tersebut menggunakan sistem pembayaran bertahap selama tiga tahun. Dalam skema ini, kontraktor terlebih dahulu menyelesaikan pekerjaan sebelum pemerintah daerah melakukan pembayaran secara bertahap sesuai dengan ketentuan kontrak.
“Total nilai program percepatan pembangunan jalan ini sekitar Rp250 miliar yang dibagi dalam beberapa paket pekerjaan,” ujarnya.
Ia menambahkan, sekitar 15 kontraktor dilibatkan dalam proyek tersebut. Masing-masing kontraktor bertanggung jawab atas satu paket pekerjaan yang dapat mencakup beberapa ruas jalan di lokasi yang berbeda di wilayah Lombok Timur.
Selain fokus pada pembangunan jalan kabupaten, pemerintah daerah juga memungkinkan adanya pembangunan atau perbaikan jalan yang berada di wilayah desa. Namun, hal tersebut hanya dapat dilakukan apabila status lahan yang digunakan telah dipastikan jelas dan tidak menimbulkan persoalan hukum.
Menurutnya, proyek pembangunan jalan kabupaten umumnya lebih mudah dilaksanakan karena status lahannya sudah jelas. Berbeda dengan jalan desa yang sering kali membutuhkan proses verifikasi lahan terlebih dahulu sebelum pembangunan dapat dilakukan.
Melalui program percepatan pembangunan ini, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur berharap kualitas infrastruktur jalan dapat semakin baik, sehingga mampu mendukung mobilitas masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah.(aws)
Bagikan ini:
- Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
- Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
- Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
- Bagikan ke Threads(Membuka di jendela yang baru) Utas
- Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
- Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
