mitrasatunews.com – LOMBOK TIMUR – Forum Komunikasi Kepala Desa (FKKD) Kabupaten Lombok Timur meminta seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades). Upaya pencegahan dinilai perlu dilakukan sejak awal untuk mengantisipasi munculnya gesekan di tengah masyarakat, Kamis (8/10/2026).
Ketua FKKD Lombok Timur, Khaerul Ihsan, SH, MH, mengatakan pengamanan Pilkades tidak cukup hanya dilakukan ketika persoalan sudah muncul. Menurutnya, pemetaan terhadap desa-desa yang memiliki potensi kerawanan harus segera dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur.
Kepolisian, TNI, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), tokoh masyarakat, serta elemen lainnya dinilai perlu membangun koordinasi untuk mendeteksi potensi konflik sejak dini.
Hal tersebut disampaikan Khaerul saat ditemui dalam kegiatan Peradi Cup di Gelang, Lombok Timur.
Ia menilai kondisi yang terlihat aman saat ini belum tentu sepenuhnya mencerminkan keadaan di tengah masyarakat. Karena itu, setiap potensi perselisihan harus diantisipasi sebelum berkembang menjadi konflik terbuka.
“Sedini mungkin kita antisipasi. Kita tidak bisa melihat kondisi sekarang ini memang damai, tapi di bawah itu terlihat sudah mulai ada ibarat api dalam sekam,” ujarnya.
Menurut Khaerul, perhatian terhadap keamanan Pilkades menjadi semakin penting karena pemilihan tahun ini mencakup 157 desa di Lombok Timur. Jumlah tersebut tergolong besar sehingga membutuhkan kesiapan pengamanan dan pengawasan dari berbagai pihak.
Selain persoalan keamanan, Khaerul juga menyoroti persaingan antara calon petahana dengan kandidat yang baru ikut bertarung. Ia memperkirakan banyak incumbent yang masih memenuhi persyaratan akan kembali mencalonkan diri.
Dalam menghadapi persaingan tersebut, ia mengingatkan calon petahana agar tidak mengambil langkah yang terlalu agresif. Pengalaman dalam pemerintahan desa maupun kontestasi sebelumnya, kata dia, semestinya membuat incumbent lebih mampu mengendalikan diri dan membaca situasi.
“Kita sarankan banyak bersabar, jangan terlalu agresif. Lihat situasi dan kondisi, yang penting memantau dulu,” katanya.
Di sisi lain, kandidat baru juga diminta tidak melakukan manuver yang dapat memancing ketegangan. Seluruh calon diharapkan menjalankan proses politik sesuai aturan serta menjaga persaingan tetap sehat.
FKKD berharap langkah deteksi dini dan komunikasi antarpihak dapat menjaga situasi Lombok Timur tetap kondusif hingga seluruh tahapan Pilkades selesai. Pencegahan, menurut Khaerul, harus menjadi prioritas agar persaingan politik di tingkat desa tidak berubah menjadi konflik sosial.
Sementara itu, kegiatan Peradi Cup di Gelang, Lombok Timur, juga diramaikan sejumlah pertandingan sepak bola. Himpunan Advokat Lombok Tengah menang 6-2 atas Young Lawyer Lombok Barat.
Pada pertandingan lainnya, Pendopo Satu mengalahkan Bapenda dengan skor 3-2. Sedangkan KKGO Kecamatan Masbagik mencatat kemenangan 4-0 atas KAI.(red)
Bagikan ini:
- Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
- Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
- Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
- Bagikan ke Threads(Membuka di jendela yang baru) Utas
- Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
- Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
Terkait
KaizerDan
Dapatkan Update Berita Terbaru
Langganan gratis — berita terkini langsung di inbox Anda.


















