mitrasatunews.com – LOMBOK TIMUR – Upaya memperluas kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk berdaya secara ekonomi terus didorong di Kabupaten Lombok Timur. Bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Lombok Timur menggelar pelatihan melukis kaos bagi difabel bertajuk “Aku Bisa Berkarya” di Pendopo Wakil Bupati, Rabu (28/10/2026).
Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, dan diikuti 15 peserta. Dalam pelatihan sehari itu, para peserta diperkenalkan dengan keterampilan melukis, teknik pewarnaan, serta pembuatan desain sederhana yang dapat menjadi dasar untuk menghasilkan produk kreatif.
Edwin menilai keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan akan lebih bermanfaat apabila terus diasah dan diarahkan menjadi kegiatan produktif. Ia mendorong para peserta untuk tidak berhenti pada pengetahuan dasar, melainkan berani mengembangkan ide dan menghasilkan karya sesuai kreativitas masing-masing.
Menurutnya, kerajinan yang dibuat secara manual memiliki peluang pasar tersendiri karena menawarkan sentuhan dan ciri khas yang tidak selalu ditemukan pada produk pabrikan. Hal itu dapat dimanfaatkan generasi muda, termasuk penyandang disabilitas, untuk mulai merintis usaha berbasis keterampilan.
Edwin pun menekankan pentingnya dukungan lanjutan agar kemampuan peserta dapat berkembang menjadi sumber penghasilan. Ia meminta GOW Lombok Timur tidak hanya menyelenggarakan pelatihan, tetapi juga membantu memfasilitasi pemasaran hasil karya peserta setelah kegiatan berakhir.
Dukungan tersebut diharapkan membuka jalan bagi peserta, terutama mereka yang telah menamatkan pendidikan tingkat menengah atas, untuk menjadikan keterampilan melukis kaos sebagai modal usaha dan memperkuat kemandirian ekonomi.
Sementara itu, Ketua GOW Lombok Timur, Hj. Sri Mahyu Wardani Edwin, mengingatkan bahwa setiap individu memiliki potensi yang dapat dikembangkan apabila memperoleh kesempatan dan dukungan yang memadai. Ia berharap pelatihan ini mampu memantik kepercayaan diri peserta untuk menghasilkan karya yang bermanfaat sekaligus memiliki nilai jual.
Ia juga menegaskan bahwa pemberdayaan difabel melalui kegiatan kreatif merupakan salah satu bentuk komitmen GOW dalam mendorong partisipasi masyarakat secara lebih luas. Menurutnya, upaya tersebut perlu diiringi dengan keterlibatan berbagai pihak untuk membangun lingkungan yang inklusif dan memberikan ruang setara bagi setiap warga.
Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu membawa pulang keterampilan yang dapat terus dikembangkan setelah kegiatan selesai. Lebih jauh, karya-karya yang dihasilkan diharapkan menjadi awal tumbuhnya usaha kreatif sekaligus membuka peluang bagi penyandang disabilitas untuk berkontribusi dalam pembangunan Lombok Timur.(red)
Bagikan ini:
- Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
- Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
- Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
- Bagikan ke Threads(Membuka di jendela yang baru) Utas
- Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
- Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
Terkait
KaizerDan
Dapatkan Update Berita Terbaru
Langganan gratis — berita terkini langsung di inbox Anda.


















