mitrasatunews.com – Lombok Timur – Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Lombok Timur menunjukkan capaian menggembirakan. Sekretaris Daerah Lombok Timur, Dr. H. M. Juaini Taofik, menyebut daerah tersebut mencatat pertumbuhan ekonomi di atas 7 persen dan menjadi yang tertinggi di Pulau Lombok.
Pernyataan itu disampaikan Juaini seusai menghadiri dialog Hari Kebangkitan Nasional yang mengangkat tema “Peran Strategis Pemuda dalam Menjaga Persatuan Bangsa di Era Digital” di Kedai Teduh, Kembang Sari, Selong, Jumat (29/5/2026).
Juaini menjelaskan, berdasarkan informasi sementara yang diterima pemerintah daerah, Lombok Timur berada di posisi teratas untuk wilayah Pulau Lombok. Sementara di tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kabupaten Sumbawa Barat masih menjadi daerah dengan pertumbuhan tertinggi karena ditopang aktivitas industri smelter dan pertambangan AMMAN Mineral.
Menurutnya, capaian Lombok Timur tidak lepas dari kuatnya sektor pertanian sebagai penopang utama ekonomi daerah. Di sisi lain, sektor industri pengolahan makanan juga mulai menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan.
Ia menilai pertumbuhan usaha kuliner, restoran, kafe, dan kedai menjadi salah satu tanda bahwa daya beli masyarakat terus bergerak. Aktivitas tersebut juga memberi kontribusi bagi pendapatan daerah melalui sektor pajak.
“Ketika tempat makan dan ruang publik ramai, itu menunjukkan ekonomi masyarakat berputar. Selain itu, ada pemasukan daerah dari pajak restoran yang ikut mendukung pembangunan,” ujar Juaini.
Fenomena tumbuhnya kafe dan ruang publik baru di Lombok Timur juga dinilai sebagai bagian dari perubahan gaya hidup masyarakat. Juaini menyebut masyarakat kini tidak selalu harus keluar daerah untuk mencari hiburan, berdiskusi, atau sekadar melepas penat.
Menurutnya, keberadaan ruang-ruang lokal yang nyaman dapat menjadi peluang baru bagi pengembangan ekonomi berbasis komunitas dan destinasi sekitar masyarakat.
“Tempat yang baru dibuka tetapi sudah ramai dikunjungi menunjukkan bahwa masyarakat membutuhkan ruang untuk berkumpul, berdiskusi, dan menikmati suasana. Ini potensi yang harus terus dikembangkan,” katanya.
Terkait kondisi ekonomi global, termasuk kenaikan nilai dolar akibat ketegangan geopolitik Iran-Amerika-Israel, Juaini mengatakan pemerintah daerah masih menunggu data resmi dari hasil sensus ekonomi yang ditargetkan selesai pada Agustus 2026.
Meski demikian, ia menyebut dampak kenaikan dolar belum terasa secara luas bagi masyarakat Lombok Timur. Dampak yang paling terlihat sementara ini lebih banyak dirasakan pada sektor tertentu, seperti transportasi udara.
Ia mencontohkan harga tiket pesawat menuju Jakarta yang sebelumnya berada di kisaran Rp1 juta hingga Rp1,2 juta, kini dapat mencapai Rp1,8 juta sampai Rp2 juta untuk maskapai tertentu.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur akan terus mendorong pembangunan daerah yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga kenyamanan hidup masyarakat. Penguatan ketahanan pangan, pengembangan destinasi lokal, ruang edukasi, hiburan, serta efisiensi birokrasi menjadi bagian dari strategi tersebut.
Juaini juga menekankan pentingnya mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku impor. Menurutnya, pemerintah dan pelaku UMKM perlu mulai memperkuat pemanfaatan potensi lokal agar lebih tahan menghadapi tekanan ekonomi global.
Di hadapan para peserta dialog, Juaini turut menyoroti peran besar pemuda dalam menjaga persatuan bangsa. Ia mengatakan, era digital membuka banyak peluang bagi generasi muda, tetapi juga menghadirkan tantangan berupa disinformasi, polarisasi, dan intoleransi.
Ia mengingatkan bahwa Indonesia sedang berada dalam fase bonus demografi, dengan jumlah penduduk usia produktif yang besar. Kondisi ini harus dimanfaatkan oleh pemuda untuk membangun kapasitas, meningkatkan kreativitas, serta ikut mengambil bagian dalam pembangunan daerah dan bangsa.
“Pemuda harus mampu menggunakan teknologi secara bijak. Jangan sampai masa muda hanya dihabiskan untuk hal yang tidak produktif. Anak muda harus belajar, beradaptasi, dan memberi kontribusi,” tegasnya.
Juaini juga menyinggung fenomena echo chamber di media sosial, yaitu kecenderungan seseorang hanya menerima informasi yang sesuai dengan pandangannya sendiri. Menurutnya, hal itu dapat mempersempit wawasan dan memicu sikap fanatik jika tidak diimbangi dengan literasi digital.
Karena itu, ia mendorong pemuda untuk aktif berdialog, memperluas pergaulan, serta membangun sikap terbuka terhadap perbedaan. Menurutnya, kemajemukan Indonesia membutuhkan generasi muda yang mampu merawat harmoni sosial.
Selain menjadi penjaga persatuan, pemuda juga disebut memiliki peran penting sebagai pelopor literasi digital, penggerak perubahan sosial, serta benteng dalam melawan radikalisme dan penyebaran informasi palsu.
Juaini bahkan mendorong generasi muda untuk tidak hanya menjadi penonton dalam pembangunan, tetapi juga ikut terlibat dalam proses penyusunan kebijakan publik. Menurutnya, keberanian pemuda masuk ke ruang agenda setting akan membantu memastikan kebijakan yang lahir lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Dialog tersebut berlangsung interaktif dan diikuti mahasiswa, pemuda, serta masyarakat umum. Berbagai isu turut dibahas, mulai dari tantangan menjaga persatuan, pengaruh media sosial, demokrasi, hingga peran pemuda dalam merawat kebhinekaan.
Direktur Narasi Politik, Ahmad, berharap kegiatan tersebut mampu memperkuat kesadaran politik, literasi digital, dan semangat kebangsaan generasi muda Lombok Timur. Ia menilai ruang diskusi seperti ini penting agar pemuda semakin terbiasa menyampaikan gagasan dan membaca arah perubahan zaman.(aws)
Bagikan ini:
- Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
- Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
- Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
- Bagikan ke Threads(Membuka di jendela yang baru) Utas
- Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
- Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
Artikel Terkait

Lombok Timur Percepat Reformasi Data Bansos, Ribuan Agen Dikerahkan Dukung Sistem Digital Nasional
31 Jul 2026
HUT ke-43 RSUD dr. R. Soedjono Selong Diwarnai Aksi Sosial, Bantuan Air Bersih Disalurkan untuk Warga Terdampak Kemarau
31 Jul 2026
