mitrasatunews.com – Selong, 6 Juni 2025 — Pemerintah Kabupaten Lombok Timur bersiap mengambil langkah besar dalam upaya mempercepat pembangunan infrastruktur dasar, khususnya perbaikan jalan dan sistem irigasi. Bupati H. Haerul Warisin mengumumkan rencana pengajuan pinjaman daerah senilai Rp250 miliar sebagai solusi konkret atas berbagai keluhan masyarakat yang selama ini merasa diabaikan.
Menurut Bupati, rencana tersebut merupakan hasil refleksi dari banyaknya protes warga terkait buruknya kondisi jalan. Bahkan, beberapa warga memilih menanam pohon pisang di jalan rusak sebagai bentuk sindiran keras terhadap pemerintah.
“Kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut. Masyarakat butuh kepastian, bukan lagi janji. Maka, kami pilih ambil jalur cepat melalui skema pinjaman,” kata Haerul dalam pernyataannya kepada media, Kamis (5/6), di Kantor Bupati.
Pinjaman tersebut, imbuhnya, ditargetkan rampung pembayarannya dalam waktu empat tahun, tepat sebelum masa jabatannya selesai. Ia menegaskan, langkah ini diambil dengan pertimbangan matang dan tidak akan membebani pemerintahan berikutnya.
“Saya bertanggung jawab penuh. Tidak ada niat sedikit pun untuk meninggalkan beban utang bagi penerus saya kelak,” ujarnya.
Rencana pinjaman ini dijadwalkan akan dibahas bersama DPRD Lombok Timur usai salat Idul Adha, Jumat (6/6). Meski belum dipastikan apakah pertemuan tersebut akan dihadiri pimpinan fraksi atau langsung pimpinan dewan, Bupati menyatakan pihaknya siap berdialog terbuka.
Dalam keterangan lanjutannya, Haerul menjelaskan bahwa dana pinjaman akan difokuskan pada peningkatan kualitas jalan dan jaringan irigasi. Penanganannya akan disesuaikan berdasarkan kondisi masing-masing wilayah, mulai dari pemeliharaan ringan hingga pembangunan total di lokasi yang mengalami kerusakan parah.
“Situasi ini darurat. Kita tak bisa menunggu lagi. Saya pun pribadi tidak menyukai utang, tapi jika ini jalan terbaik untuk kepentingan rakyat, maka kita harus berani,” tambahnya.
Ia juga menyebutkan telah berkomunikasi dengan sejumlah kontraktor lokal yang akan dilibatkan, seraya menekankan bahwa pelaksanaan proyek harus sesuai aturan dan transparan.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Ketua DPRD Lombok Timur, Muhammad Yusri, belum memberikan tanggapan atas konfirmasi media terkait agenda pembahasan pinjaman bersama eksekutif.
Dengan rencana ini, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur berharap persoalan klasik seputar infrastruktur dapat segera teratasi dan membuka jalan bagi pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat.(aws)
Bagikan ini:
- Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
- Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
- Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
- Bagikan ke Threads(Membuka di jendela yang baru) Utas
- Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
- Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
Artikel Terkait

TPAKD Award 2026: Lombok Timur Pamerkan Inovasi Keuangan, Program Bebas Rentenir Jadi Sorotan Tim Penilai
06 Agu 2026
Ratusan Warga Kepung Polres Lombok Timur, Tuntut Penanganan Cepat Kasus Dugaan Ujaran Kebencian
06 Agu 2026
