mitrasatunews.com – Lombok Timur – Di balik kesibukan para petani, ada sosok yang diam-diam menjadi tulang punggung kesuksesan mereka. Ade Saputra, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Swadaya, telah lama mengabdikan diri tanpa pamrih, meski statusnya masih honorer dan belum mendapat kepastian kesejahteraan.
Setiap hari, Ade menemani kelompok tani, memberikan saran teknis, hingga membantu menyusun rencana program pertanian. Ia juga menjadi penghubung antara aspirasi petani dan kebijakan pemerintah daerah, memastikan suara petani terdengar dan kebutuhan mereka terpenuhi.
Para petani menilai kehadiran Ade sangat berarti. “Beliau selalu hadir saat kami menghadapi kendala. Semangat dan kerja kerasnya luar biasa,” kata seorang ketua kelompok tani, Rabu (11/02/2026).
Meski rendah hati, Ade memiliki harapan besar agar pemerintah memberikan perhatian lebih kepada tenaga honorer di sektor pertanian, baik melalui apresiasi maupun peningkatan kesejahteraan. Baginya, keberhasilan petani tetap menjadi prioritas utama.
Pengabdian Ade Saputra menjadi bukti bahwa dedikasi dan ketulusan dapat menggerakkan perubahan nyata, meski tanpa pengakuan formal. Sosoknya menginspirasi banyak pihak untuk menghargai peran tenaga honorer yang bekerja di garis depan pembangunan pertanian.(aws)
Bagikan ini:
- Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
- Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
- Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
- Bagikan ke Threads(Membuka di jendela yang baru) Utas
- Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
- Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
