Sembalun Digadang Jadi Penggerak Kebangkitan Bawang Putih Indonesia

image
4 menit baca

mitrasatunews.com – LOMBOK TIMUR – Pemerintah bersama Polri memperkuat langkah untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bawang putih. Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), menjadi salah satu kawasan yang dipersiapkan sebagai pusat pengembangan komoditas tersebut.

Keseriusan itu terlihat dalam rangkaian kegiatan penanaman dan panen bawang putih di Sembalun. Dalam agenda tersebut, dukungan pemerintah daerah terhadap program nasional turut mendapat penghargaan dari Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Kapolri menyerahkan pin emas kepada Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal dan Bupati Lombok Timur Haerul Warisin. Penghargaan diberikan atas peran keduanya dalam mendukung percepatan program swasembada bawang putih.

Listyo Sigit menilai keberhasilan program tidak cukup hanya dengan memperluas lahan tanam. Kualitas benih, produktivitas petani, pendampingan, serta kesinambungan program menjadi faktor yang menentukan keberhasilan Indonesia mengurangi ketergantungan pada bawang putih impor.

Ia pun mendorong agar hasil penelitian dan pengembangan benih unggul yang digunakan dalam program tersebut mampu memberikan hasil nyata saat panen.

“Ini tantangan bagi kita semua untuk membangkitkan kembali kejayaan bawang putih dan mengulang keberhasilan panen raya yang pernah kita capai,” kata Listyo Sigit.

Program percepatan tersebut melibatkan jajaran Polri di 14 wilayah Polda. NTB menjadi salah satu daerah dengan kontribusi besar karena memiliki kondisi alam yang mendukung budidaya bawang putih.

Di wilayah NTB, pengembangan tanaman bawang putih mencakup areal sekitar 120 hektare dengan potensi hasil mencapai 1.200 ton. Sementara di Sembalun, panen dari sejumlah kelompok tani menghasilkan sekitar 105 ton dan diperkirakan memiliki potensi produksi hingga 150 ton.

Kakorbinmas Polri Irjen Pol Mardiono mengatakan Polri mengambil posisi sebagai penghubung dan fasilitator antara petani, pemerintah daerah, serta instansi pertanian. Pendampingan dilakukan sejak proses penanaman hingga tanaman siap dipanen.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap agenda pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Mardiono mengatakan Indonesia pernah memiliki kemampuan produksi bawang putih yang kuat. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah berupaya membangun kembali kapasitas produksi nasional.

“Satgas akan terus melakukan pendampingan sampai masa panen dengan harapan produksi dalam negeri terus meningkat,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolda NTB Irjen Pol R. Umar Kalingga mengungkapkan pengembangan bawang putih di Sembalun telah dimulai sejak 2025. Saat itu, penanaman bersama kelompok tani dilakukan pada lahan seluas 15 hektare.

Pengembangan kemudian diperluas karena Sembalun memiliki potensi lahan yang cukup besar. Dari pemetaan yang dilakukan, kawasan tersebut memiliki potensi sekitar 604 hektare untuk pengembangan bawang putih.

Dengan produktivitas yang diperkirakan mencapai 10 ton per hektare, pengembangan kawasan tersebut berpotensi menghasilkan sekitar 1.500 ton bawang putih.

Petani juga memperoleh dukungan berupa sarana dan prasarana pertanian. Bantuan tersebut ditujukan untuk meningkatkan produktivitas, mengendalikan hama dan penyakit tanaman, serta memperkuat fasilitas pascapanen melalui pembangunan gudang penyimpanan.

Dari sisi pembiayaan, dukungan juga berasal dari pemerintah daerah dan Pemerintah Provinsi NTB. Kolaborasi tersebut diharapkan membuat program pengembangan bawang putih tidak berhenti pada kegiatan tanam dan panen, tetapi dapat berkelanjutan.

Penguatan Sembalun sebagai kawasan bawang putih juga mendapat dukungan anggaran dari Kementerian Pertanian. Pemerintah pusat menyiapkan dana sekitar Rp55,65 miliar untuk memperluas area budidaya sekaligus memperkuat sarana produksi petani.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan penyediaan benih menjadi salah satu prioritas dalam meningkatkan produktivitas bawang putih. Pemerintah akan mengoptimalkan pasokan benih domestik, tetapi tetap membuka kemungkinan mendatangkan benih dari luar negeri jika kebutuhan belum mampu dipenuhi produksi dalam negeri.

“Benih kami upayakan untuk mendukung produksi. Kalau ketersediaan dalam negeri kurang, kami upayakan impor,” ujar Amran saat mengunjungi Sembalun, Rabu (19/8/2026).

Langkah tersebut menjadi penting karena kesenjangan produksi dan kebutuhan bawang putih nasional masih sangat lebar. Produksi dalam negeri saat ini diperkirakan hanya sekitar 39 ribu hingga 40 ribu ton per tahun, sedangkan konsumsi nasional mencapai kurang lebih 600 ribu ton.

Artinya, sebagian besar kebutuhan nasional masih dipenuhi melalui impor dengan tingkat ketergantungan sekitar 90 hingga 95 persen.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menilai Sembalun mempunyai keunggulan alam yang dapat dimanfaatkan untuk mengejar peningkatan produksi. Ketinggian wilayah, suhu yang relatif rendah, dan paparan matahari menjadi kombinasi yang cocok bagi pertumbuhan bawang putih.

“Bawang putih membutuhkan suhu dingin dan sinar matahari yang cukup. Kondisi tersebut ada di Sembalun,” kata Zulhas.

Ia juga menyoroti pengalaman masyarakat Sembalun yang telah lama membudidayakan bawang putih. Menurutnya, kemampuan petani lokal akan semakin optimal jika didukung dengan benih unggul, pupuk, teknologi pertanian, dan fasilitas produksi yang memadai.

Secara nasional, gerakan penanaman bawang putih tersebut mencakup potensi lahan sekitar 2.593,1 hektare yang tersebar di 17 provinsi. Rangkaian kegiatan di Sembalun turut dirangkai dengan panen bawang putih dan peresmian gudang ketahanan pangan milik Polri.

Pemerintah menargetkan pengembangan kawasan-kawasan produktif seperti Sembalun mampu menjadi pijakan untuk memperkuat produksi bawang putih nasional. Dalam jangka panjang, peningkatan produktivitas diharapkan dapat menekan ketergantungan impor sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan petani.

Dengan dukungan lintas sektor, Sembalun kini tidak sekadar dipandang sebagai sentra pertanian dataran tinggi, tetapi juga sebagai salah satu titik penting dalam ambisi Indonesia mengembalikan kemandirian bawang putih.(aws)

Bagikan:COPY
Avatar penulis Mitra Satu News

KaizerDan

Dapatkan Update Berita Terbaru

Langganan gratis — berita terkini langsung di inbox Anda.

IKLAN

WhatsApp Image 2026-07-28 at 02.29.34
WhatsApp Image 2026-08-17 at 20.13.44
WhatsApp Image 2026-08-16 at 20.27.36
7888791c-db04-4f57-ac76-26e67af4a7df
64821625-2d5c-41fd-b7ce-29b816090043
WhatsApp Image 2026-03-10 at 21.44.57
WhatsApp Image 2026-03-20 at 10.28.49
WhatsApp Image 2026-03-20 at 11.13.40
20260319_234155
PDAM hari buruh 2026.jpg
f99a936c-c1f6-4e75-a631-55e48311ea3b
f20b9b73-528d-4f13-9f11-d37475464c4e
2026 02 17 at 22.03.31 - Mitra Satu News
2026 02 18 at 21.35.26 (1) - Mitra Satu News
2026 02 20 at 19.30.53 - Mitra Satu News
2026 02 19 at 22.16.37 - Mitra Satu News
b335c4cd-a7b3-446c-b5d7-4a727010456a
2026 01 26 at 12.33.09 - Mitra Satu News
WhatsApp Image 2025-10-28 at 17.59.43_32c5cd75
WhatsApp Image 2025-10-28 at 17.59.43_3760063b
WhatsApp Image 2025-10-17 at 18.11.10_bbbc292a
3f1adb74-001f-4cde-b3f3-db67083a7577
WhatsApp Image 2025-09-05 at 14.49.16_3db0fc2e
cd07e85b-2f9e-4989-9630-ba88f78fb526
f2756942-686a-44b0-bce8-9d7b7c1668ea