mitrasatunews.com – LOMBOK TIMUR – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) tingkat Kabupaten Lombok Timur menjadi momentum memperkuat komitmen dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Kegiatan yang dipusatkan di Kantor Desa Lendang Nangka Utara, Kecamatan Masbagik, Rabu (24/6/2026), diwarnai sejumlah aksi sosial yang melibatkan masyarakat.
Tak sekadar seremoni, peringatan tahun ini dirangkai dengan kegiatan pencegahan stunting, aksi donor darah, hingga pengukuhan Satuan Tugas Pencegahan Pernikahan Dini. Tema yang diusung, “Dunia Membutuhkan Lebih dari Sejuta Bidan”, menegaskan pentingnya peran bidan dalam membangun generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045.
Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, menyampaikan penghargaan kepada seluruh bidan yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan di tengah masyarakat. Menurutnya, profesi bidan memiliki kontribusi besar dalam mendampingi ibu hamil, proses persalinan, hingga menjaga tumbuh kembang anak.
Ia menilai kehadiran bidan di desa-desa telah menjadi tempat pertama bagi masyarakat untuk berkonsultasi mengenai berbagai persoalan kesehatan. Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memberikan dukungan terhadap berbagai program yang dijalankan organisasi profesi tersebut.
“Pengabdian para bidan sangat luar biasa. Mereka hadir langsung di tengah masyarakat dan membantu pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan warga,” ujar Warisin.
Ketua IBI Provinsi Nusa Tenggara Barat, Hj. Rohliana, mengatakan bahwa bidan merupakan bagian penting dalam investasi sumber daya manusia. Menurutnya, kesehatan seorang ibu akan menentukan kualitas generasi yang lahir di masa depan.
Data IBI NTB mencatat jumlah bidan di provinsi ini mencapai 8.766 orang, sementara sebanyak 1.576 bidan di antaranya bertugas di Kabupaten Lombok Timur. Namun, tantangan ke depan tidak hanya berkaitan dengan jumlah tenaga kesehatan, melainkan juga peningkatan kompetensi dan profesionalisme.
“Bidan harus terus mengembangkan kapasitas diri dan memastikan pelayanan kesehatan bagi ibu dan bayi dilakukan secara optimal,” katanya.
Sementara itu, Ketua Pengurus Cabang IBI Lombok Timur, Inna Fakhria, mengungkapkan bahwa sejumlah indikator kesehatan di daerah tersebut menunjukkan perkembangan positif. Angka kematian ibu tercatat mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Di bidang keluarga berencana, capaian pelayanan juga melampaui target yang ditetapkan. Dari target 2.802 akseptor, realisasi yang berhasil dicapai mencapai 3.804 akseptor.
IBI Lombok Timur juga meluncurkan berbagai inovasi, salah satunya pembentukan Satgas MERAK atau Merarik Kodek yang difokuskan untuk mencegah pernikahan usia anak. Selain itu, program Lumbung Darah Desa (Bung Dades) dihadirkan sebagai upaya mempercepat penanganan kebutuhan darah dalam kondisi darurat.
Program-program tersebut dinilai penting mengingat masih tingginya angka persalinan pada ibu berusia di bawah 19 tahun di Lombok Timur. Oleh karena itu, perhatian terhadap kesehatan sejak masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) menjadi salah satu prioritas utama.
Acara peringatan HUT ke-75 IBI ini turut dihadiri jajaran pemerintah daerah, organisasi perempuan, tenaga kesehatan, serta para kepala desa. Kegiatan ditutup dengan pemotongan tumpeng dan penyerahan bantuan simbolis sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat.(aws)
Bagikan ini:
- Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
- Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
- Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
- Bagikan ke Threads(Membuka di jendela yang baru) Utas
- Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
- Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
