Lombok Timur Pacu Perbaikan Tata Kelola, Bupati Tekankan Efektivitas Perencanaan

589919851_18316887295218281_7731810153577869567_n

mitrasatunews.com – Lombok Timur – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menargetkan peningkatan performa dalam pencegahan korupsi setelah capaian skor Monitoring, Controlling, Surveillance for Prevention (MCSP) masih berada di urutan keempat tingkat NTB hingga awal Desember 2025. Bupati H. Haerul Warisin menyebut posisi tersebut belum cukup memuaskan dan harus menjadi pemicu peningkatan kinerja seluruh perangkat daerah.

Berbicara dalam Rapat Koordinasi Pencegahan Korupsi Terintegrasi di Kantor Bupati, Senin (8/12), Warisin menilai kelemahan utama masih terjadi pada tahap perencanaan. Ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah melakukan penyusunan program dan anggaran secara lebih terarah serta tidak menunda penerbitan dokumen anggaran.

“Apabila sejak awal sudah keliru merancang pekerjaan, maka hasilnya pun akan jauh dari target. Karena itu saya ingin perencanaan yang benar-benar matang dan langsung dieksekusi dengan baik,” tegasnya.

Bupati juga mengingatkan soal penyerapan anggaran yang hingga kini belum optimal. Ia menyoroti program pemberdayaan UMKM senilai lebih dari Rp20 miliar yang masih berjalan lambat. Menurutnya, anggaran yang tak terserap hanya akan menimbulkan Silpa, yang mencerminkan lemahnya pelaksanaan program.

“Dana itu adalah amanah untuk masyarakat. Kalau tidak digunakan, artinya manfaatnya tidak pernah hadir,” ujarnya.

Kasatgas Koordinasi dan Supervisi Wilayah V.1 KPK, Dian Patria, turut memberikan pandangan dalam rapat tersebut. Ia menyampaikan bahwa praktik korupsi kerap bermula dari perencanaan dan proses pengadaan barang dan jasa. Untuk menutup ruang penyimpangan, ia menekankan perlunya integrasi data, kesinambungan pengawasan, serta kolaborasi lintas sektor yang lebih kuat.

Dian juga mendorong lembaga legislatif agar memastikan setiap pokok pikiran disusun sejalan dengan arah pembangunan daerah dalam RPJMD. Selain itu, percepatan belanja modal dan peningkatan kapasitas aparatur menjadi perhatian khusus.

Rapat tersebut melibatkan pimpinan OPD, pejabat komitmen, unsur Forkopimda, lembaga vertikal, serta perwakilan DPRD Lombok Timur. Kegiatan berakhir dengan sesi diskusi untuk memperkuat strategi pencegahan korupsi ke depan.(aws)

IKLAN

7888791c-db04-4f57-ac76-26e67af4a7df
64821625-2d5c-41fd-b7ce-29b816090043
WhatsApp Image 2026-03-10 at 21.44.57
WhatsApp Image 2026-03-20 at 10.28.49
WhatsApp Image 2026-03-20 at 11.13.40
20260319_234155
PDAM hari buruh 2026.jpg
f99a936c-c1f6-4e75-a631-55e48311ea3b
f20b9b73-528d-4f13-9f11-d37475464c4e
2026 02 17 at 22.03.31 - Mitra Satu News
2026 02 18 at 21.35.26 (1) - Mitra Satu News
2026 02 20 at 19.30.53 - Mitra Satu News
2026 02 19 at 22.16.37 - Mitra Satu News
b335c4cd-a7b3-446c-b5d7-4a727010456a
2026 01 26 at 12.33.09 - Mitra Satu News
WhatsApp Image 2025-10-28 at 17.59.43_32c5cd75
WhatsApp Image 2025-10-28 at 17.59.43_3760063b
WhatsApp Image 2025-10-17 at 18.11.10_bbbc292a
3f1adb74-001f-4cde-b3f3-db67083a7577
WhatsApp Image 2025-09-05 at 14.49.16_3db0fc2e
cd07e85b-2f9e-4989-9630-ba88f78fb526