mitrasatunews.com – Jakarta – Kongres II Serikat Buruh Nasionalis Indonesia (SBNI) menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara organisasi buruh dan pemerintah dalam mendorong terciptanya lingkungan kerja yang sehat sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan. Forum yang berlangsung di Kantor Pusat SBNI, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Minggu (12/7/2026), itu dihadiri sekitar 300 peserta dari jajaran pengurus pusat maupun daerah.
Ketua Umum SBNI, Adv. Wagimun, SH., C.P.M., mengatakan kongres lima tahunan tersebut tidak hanya menjadi ajang konsolidasi organisasi, tetapi juga forum untuk merumuskan arah perjuangan SBNI menghadapi tantangan dunia ketenagakerjaan yang terus berkembang.
Menurutnya, organisasi buruh saat ini dituntut memiliki peran yang lebih luas dari sekadar memperjuangkan hak-hak pekerja. SBNI, kata Wagimun, ingin mengambil bagian dalam mendukung berbagai program strategis pemerintah, termasuk upaya menjaga kualitas lingkungan hidup yang berkaitan erat dengan keselamatan dan kesejahteraan tenaga kerja.
“Kesejahteraan pekerja tidak hanya diukur dari aspek ekonomi. Lingkungan kerja yang sehat, aman, dan bebas dari pencemaran juga menjadi bagian penting yang harus diperjuangkan bersama,” ujarnya.
Ia menambahkan, SBNI akan terus mendorong anggotanya untuk meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya penerapan Keamanan, Keselamatan, Kesehatan, dan Lingkungan (K3L), sekaligus membangun kerja sama dengan berbagai pihak agar perusahaan semakin memperhatikan aspek perlindungan lingkungan dalam aktivitas usahanya.
Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Moh Jumhur Hidayat, menyambut baik komitmen yang ditunjukkan SBNI. Menurutnya, organisasi buruh memiliki posisi strategis dalam mendukung terciptanya budaya industri yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Ia menilai pekerja dapat menjadi mitra pemerintah dalam mendorong perusahaan mematuhi berbagai ketentuan lingkungan, mulai dari pengelolaan limbah, pengendalian pencemaran udara, hingga pengembangan kawasan industri yang lebih hijau.
Selain aspek lingkungan, Jumhur juga menegaskan pentingnya penerapan standar Keamanan, Keselamatan, Kesehatan, dan Lingkungan (K3L) di seluruh sektor industri. Menurutnya, kualitas lingkungan kerja yang baik akan berdampak langsung terhadap kesehatan pekerja serta meningkatkan produktivitas perusahaan.
Dalam kesempatan tersebut, Jumhur mengungkapkan pemerintah tengah mempersiapkan gerakan nasional pemulihan lingkungan yang akan melibatkan berbagai unsur masyarakat. Gerakan itu dirancang sebagai wadah kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan pemerintah, dunia usaha, organisasi masyarakat, komunitas, akademisi, hingga serikat pekerja.
Ia menambahkan, keberhasilan program tersebut membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk pemanfaatan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), lembaga filantropi, dan anggaran pemerintah untuk mempercepat berbagai program pemulihan lingkungan.
Baik pemerintah maupun SBNI sepakat bahwa tantangan lingkungan tidak dapat diselesaikan secara parsial. Sinergi seluruh pemangku kepentingan dinilai menjadi kunci dalam menciptakan kawasan industri yang lebih bersih, meningkatkan kualitas hidup pekerja, sekaligus mendukung terwujudnya pembangunan nasional yang berkelanjutan.(aws)
Bagikan ini:
- Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
- Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
- Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
- Bagikan ke Threads(Membuka di jendela yang baru) Utas
- Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
- Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
