mitrasatunews.com – Tangerang – Kebakaran yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, masih menjadi perhatian serius berbagai pihak. Untuk memastikan proses penanggulangan berlangsung optimal, Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki melakukan peninjauan langsung ke lokasi kebakaran pada Selasa (7/7/2026).
Kedatangan Kapolda didampingi Bupati Tangerang Drs. Moch. Maesyal Rasyid, Kapolresta Tangerang Kombes Pol. Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, jajaran Pejabat Utama Polda Banten, unsur TNI, BNPB, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Kesehatan, serta sejumlah instansi terkait yang sejak awal terlibat dalam operasi penanganan bencana tersebut.
Dalam peninjauan itu, Kapolda memastikan seluruh personel gabungan tetap bekerja secara terpadu agar kebakaran dapat segera dikendalikan. Selain memantau perkembangan pemadaman, ia juga mengevaluasi kesiapan sarana, personel, hingga langkah-langkah perlindungan terhadap masyarakat yang terdampak kepulan asap.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, kawasan TPA yang memiliki luas sekitar 32 hektare mengalami kebakaran pada sebagian areanya. Dari sejumlah titik api yang sempat muncul, sebagian besar telah berhasil dipadamkan, sementara petugas masih melakukan pendinginan di beberapa lokasi yang dinilai berpotensi memunculkan bara api kembali.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, kobaran api bermula dari bagian belakang kawasan TPA sebelum akhirnya meluas akibat cuaca yang panas dan embusan angin yang cukup kencang. Kondisi tersebut menyebabkan api dengan cepat menjalar ke tumpukan sampah sehingga proses pemadaman membutuhkan waktu lebih lama.
Sejak insiden terjadi pada akhir Juni lalu, aparat kepolisian bersama pemerintah daerah langsung membangun koordinasi lintas sektor guna mempercepat pengendalian kebakaran. Berbagai fasilitas pendukung diterjunkan, mulai dari armada pemadam kebakaran, helikopter untuk menjatuhkan air dari udara, alat berat, hingga personel gabungan yang disebar di sejumlah titik.
Tidak hanya membantu proses pemadaman, kepolisian juga mengambil peran dalam menjaga keamanan kawasan terdampak. Pengamanan dilakukan di sekitar lokasi kebakaran, jalur evakuasi, tempat pengungsian, fasilitas pelayanan kesehatan, hingga pengaturan arus lalu lintas agar kendaraan operasional dapat bergerak tanpa hambatan.
Selain itu, patroli terus dilakukan untuk mengantisipasi gangguan keamanan, melindungi aset milik warga, serta memastikan situasi tetap kondusif selama proses penanganan berlangsung. Aparat juga meningkatkan pemantauan terhadap informasi yang beredar di media sosial guna mencegah penyebaran kabar yang belum dapat dipertanggungjawabkan.
Data sementara dari pemerintah daerah menunjukkan sebanyak 126 warga telah dievakuasi ke lokasi pengungsian sebagai langkah antisipasi terhadap dampak asap. Sementara itu, ratusan warga lainnya dilaporkan mengalami gangguan kesehatan berupa Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat paparan asap kebakaran.
Kapolda menegaskan bahwa seluruh layanan kepada masyarakat terdampak, termasuk distribusi bantuan dan pelayanan kesehatan, akan terus mendapat pengawalan agar berjalan aman dan lancar.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap waspada dengan mengurangi aktivitas di sekitar kawasan yang masih diselimuti asap, menjaga kesehatan, serta mengikuti setiap arahan dari petugas di lapangan.
Hingga saat ini, tidak terdapat laporan mengenai korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Polda Banten bersama seluruh instansi terkait berkomitmen untuk terus mengoptimalkan penanganan hingga seluruh titik api benar-benar padam dan kondisi di sekitar TPA Jatiwaringin kembali aman bagi masyarakat.(red)
Bagikan ini:
- Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
- Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
- Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
- Bagikan ke Threads(Membuka di jendela yang baru) Utas
- Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
- Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
