mitrasatunews.com – Lombok Timur – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lombok Timur mengklaim langkah antisipasi yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir mulai membuahkan hasil. Memasuki pertengahan Juli 2026, jumlah laporan masyarakat terkait kekurangan air bersih disebut turun drastis dibandingkan periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya.
Direktur PDAM Lombok Timur, Sopyan, S.Kep, mengatakan kondisi tersebut menjadi indikator bahwa berbagai program penguatan sistem distribusi air yang dijalankan perusahaan mulai memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Ia menjelaskan, pada rentang 2022 hingga 2024, fenomena El Niño biasanya sudah mulai terasa sejak Juli. Saat itu, sejumlah kawasan di Lombok Timur, terutama wilayah bagian selatan, menjadi daerah yang paling sering mengalami krisis air bersih.
Berbeda dengan kondisi tersebut, hingga pertengahan Juli tahun ini situasi dinilai masih relatif aman. Bahkan berdasarkan hasil koordinasi dengan sejumlah instansi pemerintah, pengaduan mengenai kesulitan memperoleh air bersih berkurang sekitar 80 hingga 90 persen.
“Syukur Alhamdulillah, kondisi tahun ini jauh lebih baik. Mudah-mudahan situasi ini tetap bertahan sampai musim kemarau berakhir. Yang paling penting, masyarakat sudah mulai merasakan manfaat dari distribusi air yang kami lakukan,” kata Sopyan, Jumat (17/07/2026).
Menurutnya, penurunan keluhan tersebut tidak terjadi begitu saja. PDAM sejak awal melakukan pemetaan terhadap daerah-daerah yang selama ini menjadi langganan kekeringan. Wilayah seperti Lendang Terak, Sekarong, hingga sejumlah kawasan dataran tinggi mendapat perhatian khusus agar tetap memperoleh pasokan air selama musim kemarau.
Selain mengoptimalkan jaringan yang sudah ada, PDAM juga ikut mendukung penyaluran bantuan air bersih bagi masyarakat yang tinggal di daerah terpencil dan belum terhubung dengan layanan perpipaan.
Sopyan menegaskan bahwa kebijakan pengembangan jaringan kini tidak lagi hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Menurutnya, pengalaman masa lalu menunjukkan banyak jaringan perpipaan dibangun tanpa mempertimbangkan kemampuan sumber air sehingga tidak mampu memberikan manfaat kepada masyarakat.
“Kami ingin mengubah pola pikir itu. Bagi kami, keberhasilan bukan diukur dari banyaknya pipa yang ditanam, tetapi dari seberapa banyak air yang benar-benar bisa mengalir ke rumah pelanggan,” ujarnya.
Saat ini PDAM Lombok Timur memiliki kapasitas produksi air sebesar 100 liter per detik. Dari kapasitas tersebut, sekitar 4.300 Sambungan Rumah (SR) telah aktif menikmati layanan, sementara kapasitas yang masih tersedia diperkirakan mampu melayani sekitar 3.800 sambungan baru.
Ia menjelaskan bahwa setiap penambahan pelanggan harus disesuaikan dengan kapasitas produksi yang tersedia. Langkah tersebut diperlukan agar tekanan air di dalam jaringan tetap stabil dan tidak memicu meningkatnya kebocoran pipa.
Untuk mendukung keandalan jaringan, PDAM juga mulai mengganti penggunaan pipa PVC dengan material High Density Polyethylene (HDPE) yang lebih lentur dan lebih tahan terhadap perubahan tekanan dibandingkan jenis pipa lama.
“Kalau tekanan air terlalu tinggi sementara pemakai sedikit, risiko kebocoran akan semakin besar. Karena itu keseimbangan antara debit dan jumlah pelanggan harus benar-benar diperhitungkan,” jelasnya.
Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan, PDAM Lombok Timur juga memperkenalkan sistem pembacaan meter air secara mandiri melalui aplikasi EZ Farm. Lewat layanan tersebut, pelanggan cukup memotret angka meter air dari rumah dan mengirimkannya melalui aplikasi sehingga pencatatan penggunaan air menjadi lebih akurat.
Menurut Sopyan, inovasi tersebut sekaligus menjadi solusi untuk menghindari praktik pencatatan berdasarkan perkiraan yang berpotensi menimbulkan ketidaksesuaian nilai tagihan.
Selain memanfaatkan layanan digital, masyarakat juga diimbau menggunakan air secara bijaksana dan aktif menyampaikan laporan apabila menemukan kendala pelayanan. PDAM telah membuka kanal pengaduan resmi agar setiap aduan pelanggan dapat ditangani lebih cepat dan transparan.
Melalui penguatan infrastruktur, pengelolaan kapasitas produksi yang lebih terukur, serta digitalisasi layanan pelanggan, PDAM Lombok Timur optimistis mampu menjaga kontinuitas pasokan air bersih sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat dalam menghadapi potensi musim kemarau dan fenomena El Niño pada 2026.(aws)
Bagikan ini:
- Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
- Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
- Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
- Bagikan ke Threads(Membuka di jendela yang baru) Utas
- Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
- Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
