mitrasatunews.com – Lombok Timur – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lombok Timur menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp5 juta kepada keluarga seorang pekerja migran Indonesia (PMI) asal Desa Batu Putik, Kecamatan Keruak, yang mengalami kecelakaan saat bekerja di Malaysia. Bantuan tersebut diserahkan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang sedang menghadapi musibah sekaligus untuk membantu proses kepulangan korban ke daerah asalnya, Rabu (15/07/2026).
Korban diketahui bernama Saniah, warga Dusun Bagik Polak, Desa Batu Putik. Ia mengalami kecelakaan tabrak lari di kawasan Segamat, Malaysia, yang mengakibatkan luka berat hingga menyebabkan cedera permanen pada salah satu kakinya.
Berdasarkan keterangan keluarga, Saniah telah mendapatkan penanganan medis di rumah sakit di Malaysia. Setelah kondisi kesehatannya memungkinkan, korban akan dipindahkan ke Batam sebelum akhirnya dipulangkan ke Lombok Timur untuk menjalani perawatan lanjutan bersama keluarganya.
Ketua Baznas Kabupaten Lombok Timur menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan merupakan bentuk solidaritas kepada masyarakat Lombok Timur yang tertimpa musibah, meskipun kejadian tersebut terjadi di luar negeri. Menurutnya, Baznas memiliki komitmen untuk hadir membantu warga yang membutuhkan, terutama dalam kondisi darurat kemanusiaan.
Ia mengungkapkan bahwa informasi yang diterima menyebutkan Saniah menjadi korban tabrak lari dan baru ditemukan beberapa jam setelah kejadian dalam kondisi mengalami luka cukup parah. Sementara itu, rekan korban yang saat itu berada dalam satu kendaraan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit dan hingga kini belum sadarkan diri.
Meski korban diketahui berangkat sebagai pekerja migran nonprosedural, hal tersebut tidak menghalangi upaya pemerintah daerah untuk memberikan pendampingan. Baznas akan berkoordinasi dengan Dinas Ketenagakerjaan serta Dinas Sosial Kabupaten Lombok Timur guna memastikan proses pemulangan korban dari Batam menuju Lombok Timur dapat berjalan lancar.
Koordinasi lintas instansi tersebut juga diharapkan mampu mempercepat penanganan administrasi maupun kebutuhan transportasi selama proses kepulangan korban hingga tiba di kampung halamannya.
Ketua Baznas menegaskan bahwa bantuan sebesar Rp5 juta bukan diperuntukkan sebagai biaya pengobatan. Pasalnya, layanan kesehatan bagi warga negara Indonesia telah ditanggung melalui skema BPJS Kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku. Dana tersebut lebih difokuskan sebagai bantuan stimulan untuk membantu kebutuhan keluarga korban, termasuk mendukung biaya transportasi selama proses pemulangan.
Pemerintah Kabupaten Lombok Timur bersama Baznas berharap bantuan tersebut dapat mengurangi beban yang dihadapi keluarga Saniah serta mempercepat kepulangannya ke Lombok Timur agar dapat memperoleh perawatan medis secara berkelanjutan di daerah asal.Lombok Timur – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lombok Timur menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp5 juta kepada keluarga seorang pekerja migran Indonesia (PMI) asal Desa Batu Putik, Kecamatan Keruak, yang mengalami kecelakaan saat bekerja di Malaysia. Bantuan tersebut diserahkan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang sedang menghadapi musibah sekaligus untuk membantu proses kepulangan korban ke daerah asalnya, Rabu (15/07/2026).
Korban diketahui bernama Saniah, warga Dusun Bagik Polak, Desa Batu Putik. Ia mengalami kecelakaan tabrak lari di kawasan Segamat, Malaysia, yang mengakibatkan luka berat hingga menyebabkan cedera permanen pada salah satu kakinya.
Berdasarkan keterangan keluarga, Saniah telah mendapatkan penanganan medis di rumah sakit di Malaysia. Setelah kondisi kesehatannya memungkinkan, korban akan dipindahkan ke Batam sebelum akhirnya dipulangkan ke Lombok Timur untuk menjalani perawatan lanjutan bersama keluarganya.
Ketua Baznas Kabupaten Lombok Timur menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan merupakan bentuk solidaritas kepada masyarakat Lombok Timur yang tertimpa musibah, meskipun kejadian tersebut terjadi di luar negeri. Menurutnya, Baznas memiliki komitmen untuk hadir membantu warga yang membutuhkan, terutama dalam kondisi darurat kemanusiaan.
Ia mengungkapkan bahwa informasi yang diterima menyebutkan Saniah menjadi korban tabrak lari dan baru ditemukan beberapa jam setelah kejadian dalam kondisi mengalami luka cukup parah. Sementara itu, rekan korban yang saat itu berada dalam satu kendaraan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit dan hingga kini belum sadarkan diri.
Meski korban diketahui berangkat sebagai pekerja migran nonprosedural, hal tersebut tidak menghalangi upaya pemerintah daerah untuk memberikan pendampingan. Baznas akan berkoordinasi dengan Dinas Ketenagakerjaan serta Dinas Sosial Kabupaten Lombok Timur guna memastikan proses pemulangan korban dari Batam menuju Lombok Timur dapat berjalan lancar.
Koordinasi lintas instansi tersebut juga diharapkan mampu mempercepat penanganan administrasi maupun kebutuhan transportasi selama proses kepulangan korban hingga tiba di kampung halamannya.
Ketua Baznas menegaskan bahwa bantuan sebesar Rp5 juta bukan diperuntukkan sebagai biaya pengobatan. Pasalnya, layanan kesehatan bagi warga negara Indonesia telah ditanggung melalui skema BPJS Kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku. Dana tersebut lebih difokuskan sebagai bantuan stimulan untuk membantu kebutuhan keluarga korban, termasuk mendukung biaya transportasi selama proses pemulangan.
Pemerintah Kabupaten Lombok Timur bersama Baznas berharap bantuan tersebut dapat mengurangi beban yang dihadapi keluarga Saniah serta mempercepat kepulangannya ke Lombok Timur agar dapat memperoleh perawatan medis secara berkelanjutan di daerah asal.(aws)
Bagikan ini:
- Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
- Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
- Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
- Bagikan ke Threads(Membuka di jendela yang baru) Utas
- Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
- Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
